Video Lucah : Dalam Kabin Keretapi - Koleksi Video Lucah, Video Seks, Melayu Sex, Adult Video, Video Melayu Lucah, Klip Lucah

Video Lucah : Dalam Kabin Keretapi - Koleksi Video Lucah, Video Seks, Melayu Sex, Adult Video, Video Melayu Lucah, Klip Lucah
Video Lucah : Macam Macam Gaya - Koleksi Video Lucah, Video Seks, Melayu Sex, Adult Video, Video Melayu Lucah, Klip Lucah
Koleksi cerita lucah, kisah lucah, kisah sex, baca lucah, majalah lucah melayu terbaek
Posisi doggie yang dia minta tak menurunkan hasrat birahiku, sodokan demi sodokan menghantam rahimku, terasa sakit dan nikmat, sesekali ditariknya rambutku ke belakang sambil menyodok keras, desahan bebas lepas memenuhi kamar ini, aku benar benar bebas meng-ekspresikan kenikmatan yang kuraih, tanpa beban, tanpa malu, semua kulakukan dengan penuh perasaan, seakan tak ada lagi hari esok.
Setelah beberapa lama mengocokku, akhirnya kurasakan semprotan keras menghantam dinding vaginaku seiring dengan cairan hangat yang membasahi dan memenuhi relung relung kenikmatanku. Aku menjerit kaget dan nikmat bersamaan dengan jeritan orgasmenya, dicabutnya penis itu dan diusap usapkan ke pantatku, kurasakan spermanya meleleh keluar membasahi pahaku, akupun telungkup dalam kelelahan nan nikmat. Napas kami menderu seperti habis berlari lari, dia mengusap punggungku dengan mesranya.
"Kita ke Tretes yuk", ajaknya setelah napas kami normal kembali tak lama kemudian.
"Kapan? udah lama aku tak kesana", dengan girang kusambut ajakannya.
"Sabtu lusa deh kita berangkat, nginap semalam, minggu sore baru balik, gimana?"
"Asal tidak keduluan tamu bulanan yang satu itu", jawabku, dia hanya tersenyum, kucium keningnya dan kunaiki perut buncitnya, kubiarkan spermanya menetes keluar mengenai perutnya, lalu kutinggalkan ke kamar mandi.
Layaknya pasangan yang sedang berbulan madu, kami habiskan malam itu dengan penuh gairah, tiada waktu yang terbuang sia sia, seperti orang yang kehausan di padang pasir. Tak malu aku membangunkannya di tengah malam hanya karena ingin bercinta, tentu saja dia menuruti permintaanku dengan senang hati dan tak perlu terburu buru karena yang kami punya saat ini adalah waktu yang panjang. Tak kuhiraukan lagi kenyataan bahwa aku melakukan ini tanpa dibayar, namun justru itu yang membuatku terbebas dari beban.
Ketika kubuka mataku keesokan paginya, sejenak agak asing rasanya melihat sosok laki laki masih berada di ranjangku, masih tertidur. Biasanya, setiap bangun di pagi hari (agak siang sih) selalu kutemui kesendirian dan kesunyian di kamar, kali ini terasa lain, ada Koh Wi disampingku. Selama di Hilton, belum pernah aku "keluar kandang" dan menginap sampai pagi begini, biasanya sebelum pukul 6 aku sudah meninggalkan tamuku kembali ke Hilton, karena memang biasanya tak pernah sempat tidur pulas, selalu "diganggu" dikala tertidur, baru kulanjutkan tidurku sesampai di kamarku sendiri di Hotel Hilton.
Pukul 9 pagi, Koh Wi berangkat ke kantor, meninggalkanku sendirian di kamar, kuantar dia sampai di pintu kamar, masih mengenakan piyama tanpa pakaian dalam, dikecupnya keningku sebelum pergi. Kembali kurasakan kesepian sepeninggalnya, terus terang aku tak tahu dari mana harus memulai untuk melanjutkan perjalananku, tak seorangpun yang kukenal di duniaku kecuali Om Lok, entahlah kupikir nanti saja setelah renang dan sarapan. Kuhabiskan waktu pagi di hari jum'at itu di kolam renang, bahkan makan pagi kulakukan di pinggir kolam. Kusadari beberapa pasang mata memandangku penuh, tapi tak kupedulikan. Waktu makan siang Koh Wi datang untuk makan siang bersama dilanjutkan dengan percintaan kembali hingga jam 2, lalu dia kembali ke kantornya. Besok paginya kami tidak jadi berangkat kerena keduluan datangnya tamu bulanan, tapi bukan berarti kami tidak melakukan apa apa, justru kerjaku lebih berat karena harus melakukan oral untuk membuatnya orgasme, meskipun begitu aku melakukannya dengan senang hati tanpa keterpaksaan.
Kami lewati hari hari yang menyenangkan, tiap jam istirahat Koh Wi menjengukku untuk makan siang atau sekedar Quickie, disamping itu aku sudah mulai melakukan kontak dengan tamu yang sudah memberi nomer teleponnya. Beberapa tamu bahkan telah menghubungi lewat pager, hanya berselang dua hari setelah kepindahanku, tapi dengan berbagai alasan aku sementara menghindar.
Ternyata lepasnya aku dari genggaman Om Lok sudah menyebar di kalangan GM kelas atas, entah darimana mereka mendapat informasi itu, padahal aku tidak mengenal mereka, beberapa GM menghubungi via pager ingin membicarakan "bisnis", tentu kusambut dengan tangan terbuka, semakin banyak semakin bagus, pikirku. Diam diam tanpa setahu Koh Wi, aku menemui mereka sambil makan pagi atau sambil menemani berenang di hotel, tentu saja membicarakan tariff-nya, dari sini aku mulai melihat jalan ke depan sudah terbuka. Selama masa haid, kulakukan kontak untuk memastikan bahwa aku masih exist, bahkan beberapa sudah melakukan appointment, tentu saja saat ini tak bisa kulakukan saat jam istirahat, paling tidak setelah jam 2 siang dan selesai sebelum jam 5 sore. Meskipun Koh Wi tahu profesiku memang itu, tapi sementara aku harus menjaga perasaannya, walaupun dia tidak pernah mengucapkan melarang atau mengijinkan, entahlah nanti.
Part 2
Hari itu hari Senin, tepat sehari setelah masa haid berakhir, setelah melayani Koh Wi di siang itu dengan penuh gairah karena sudah menahan hasrat birahi selama haid, aku segera menghubungi tamuku di kamarnya di lantai 8. Sengaja kuarahkan dan kubantu tamuku untuk check-in di hotel itu supaya tidak terlalu lama diperjalanan, tentu saja menggunakan nama asliku, tak seorangpun tahu, disamping itu aku juga merasa lebih aman kalau melakukannya masih di Hotel. Kukenakan celana jeans dan kaos yang ketat sehingga terkesan sexy, apalagi ditambah bra "push-up" makin menonjokan lekuk lekuk tubuhku. Dengan tinggi 167 cm ditambah sepatu hak 7 cm, aku yakin akan membuat laki laki normal menelan ludah.
Pak David atau lebih akrab kupanggil David adalah tamu pertamaku sebagai wanita panggilan, dia adalah salah satu tamu yang datang di hari hari terakhirku di Hilton. Di usia yang relatif muda, mungkin 40 tahunan, dia mempunyai beberapa toko accessories mobil, salah satunya di daerah Kedungdoro. Pada mulanya dia menolak ketika kuajak, tapi dengan bujuk rayu dan tariff "perkenalan" untuk orang dan servis yang sama, akhirnya dia setuju tertarik.
Sesaat David terpesona melihat penampilanku yang lain dari sebelumnya, sekarang jauh lebih modis, rambut model Shaggy dan disemir agak kemerahan menambah pesonaku.
"Kamu makin cantik dan sexy", pujinya ketika kami sudah berada di kamar dan langsung mencium kedua pipiku.
"Udah makan?", tanyanya sambil melucuti pakaianku.
"Nggak ah lagi diet", jawabku bohong membalas melucuti pakaiannya.
"Mandi dulu yuk, biar segar", ajakku setelah kami sama sama telanjang, kutuntun dia ke kamar mandi dan kumandikan, tangannya tak pernah berhenti menjamah seluruh tubuhku selama kumandikan.
Kini kubiasakan untuk mengajak tamuku mandi sebelum bercinta, selain biar bersih dan segar, juga untuk menghilangkan bau keringat terutama di daerah selangkangan.
Akhirnya kami berpelukan telanjang dan saling melumat bibir di atas ranjang, ciuman penuh nafsu menyusuri leher dan dadaku, diremas remas dengan gemas sambil mengulum kedua puncak bukitku, kurasakan kenikmatan mulai menjalar di sekujur tubuhku, aku menggeliat. Sejenak pandangannya terpaku ketika melihat selangkanganku yang gundul, dia menatapku tersenyum lalu mulai menjilati klitorisku, aku mulai mendesah dan desahanku makin keras saat lidahnya mulai bermain di bibir vaginaku. Tak kupedulikan bahwa belum sejam yang lalu vagina itu telah diobok obok penis Koh Wi dan dibanjiri dengan spermanya, aku yakin tak ada lagi sisanya karena sudah kucuci bersih. Begitu bergairah David menjilati vagina gundulku sambil jari tangannya ikutan mengocok.
Kami berganti posisi, dia telentang menikmati jilatan dan kulumanku pada penisnya yang tidak sebesar punya Koh Wi, tangannya meremas remas rambutku. Kuminta dia mengangkat kakinya, kujilati penisnya hingga ke pangkal, terus turun sampai ke lubang anusnya. Belum pernah kulakukan hal itu pada tamuku sebelumnya tapi sudah sering terhadap Koh Wi, banyak improvisasi bercinta yang kulakukan, sebagai "kelinci percobaan" kulakukan terhadap Koh Wi, kalau dia menyukainya berarti laki laki lain aku yakin pasti suka, kucoba memberikan kesan dan kepuasan tersendiri pada tamuku kini.
Desahan David makin keras ketika lidahku dengan lincat bermain di sekitar lubang anusnya, kepalanya diangkat menatapku yang masih diselangkangannya, seakan tak percaya aku melakukannya. Kami ber-69, vaginaku tepat di atas wajahnya, dia langsung menjilat dengan rakus, bagitu juga aku terhadap penisnya. Puas bermain oral dan vaginaku sudah basah terangsang, aku berbalik menghadapnya, dengan posisiku di atas, kuusapkan penisnya yang menegang ke vaginaku, perlahan kuturunkan tubuhku dan melesaklah penis itu ke vaginaku, penis kedua yang kurasakan setelah seminggu hanya merasakan penis Koh Wi.
Ooohh.. sungguh nikmat merasakan penis yang lain, padahal dulu aku biasa merasakan lebih dari 3 penis dalam sehari, lebih dari 3 penis yang berbeda bentuk dan ukurannya selalu mengobok obok vaginaku setiap harinya, tapi kini lain rasanya, begitu kunikmati perbedaannya. Baru kusadari nikmatnya perbedaan setelah hanya kurasakan satu macam, mungkin itu yang membuat orang sering selingkuh, untuk mencari nikmatnya perbedaan dari satu wanita ke wanita lainnya diluar yang sudah ada di rumah.
Kudiamkan sejenak setelah semua penis itu melesak di vaginaku, kupandang wajah David yang penuh nafsu, ditariknya tubuhku dalam pelukannya dan dilumatnya bibirku sambil mulai mengocokku dari bawah. Aku mendesah dekat telinganya, kocokannya makin cepat dan pelukannya makin erat. Kami sama sama mendesah nikmat memacu nafsu menuju puncak kenikmatan. Kulepaskan pelukannya, aku mulai mengocok, tubuhku turun naik diatasnya sambil mengelus elus paha dan kantong bolanya. Aku menggeliat nikmat ketika tiba tiba dia menyodokku dari bawah, kedua tenganku tertumpu di pahanya kugoyang pantatku, dia mendesah mencengkeram buah dadaku, membalas goyanganku dengan kocokan.
Ditariknya kembali tubuhku dalam pelukannya, kami bergulingan, kini posisiku di bawah, menindih tubuhku, dada dan napas kami menyatu dalam irama kenikmatan birahi, penisnya makin cepat keluar masuk vaginaku. Kakiku kujepitkan di pinggangnya mengimbangi, makin dalam kejantanannya menembus masuk liang vaginaku, aku mendesah nikmat tak tertahankan.
Sebelum kugapai puncak kenikmatan dia sudah terlebih dahulu menyemprotkan spermanya di vaginaku, cairan hangat terasa memenuhi rongga kenikmatanku disertai denyutan denyutan kuat menghantam dinding dindingnya, aku menjerit melambung, dia terdiam menikmati saat saat orgasmenya, kugoyangkan pinggulku sambil memeras habis sperma yang masih tersisa, kudengar jeritan kaget tapi tak kuhiraukan, orgasmeku tinggal selangkah lagi dan aku tak mau kehilangan momen, goyangan pinggulku makin kuat hingga akhirnya kugapai kenikmatan tertinggi, jeritan keras mengiringi orgasmeku sambil meremas rambut David. Akhirnya kami berdua terkulai lemas tak bertenaga, tubuhnya masih diatasku, detak jantung dan napas kami saling mengisi, diciumnya bibir dan keningku sebelum turun dari tubuhku, kami telentang di atas ranjang dalam kelelahan.
"Kamu lebih hebat daripada sebelumnya", komentarnya tanpa memandangku, cairan spermanya masih terasa menetes keluar dari vaginaku dan kubiarkan saja.
Jarum jam sudah menunjukkan pukul 3:20 sore, cukup lama juga kami tadi bercinta, masih ada waktu satu jam lebih, masih lama, cukup untuk satu babak panjang sekali lagi. Setelah beberapa lama kami telentang saling peluk, kutinggalkan dia, kubersihkan tubuhku di kamar mandi, kucuci vaginaku dari spermanya. Kami bercinta sekali lagi dengan penuh gairah dan nafsu di sofa dan kamar mandi, tak sedetikpun waktu kami biarkan berlalu tanpa desahan penuh nafsu hingga kami sama sama terkulai tak bertenaga.
Pukul 16:45 aku sudah kembali ke kamarku, inilah "perselingkuhan" pertamaku sejak bersama Koh Wi, memang tidak ada ikatan atau perjanjian diantara kami tapi dari nada bicaranya dia keberatan kalau aku bekerja kembali, sebagai konsekuensinya dia memenuhi segala kebutuhanku termasuk uang jajan, meski nilainya jauh tidak sebanding dengan pendapatanku sewaktu di Hotel Hilton, namun ada kepuasan tersendiri dalam hal ini. Ketika Koh Wi datang, aku bersikap sewajarnya seperti tidak terjadi sesuatu, seperti hari hari lainnya, kamipun bercinta di malam harinya.
Sejak saat itu aku lakukan "perselingkuhan" dengan tamu, pada mulanya kulakukan di Hotel yang sama, namun makin lama aku semakin berani untuk "keluar kandang" ke hotel lainnya asal masih diseputaran daerah itu. Meski demikian aku tak pernah "melalaikan tugas" untuk melayani nafsunya tiap jam istirahat dan malam harinya, hampir setiap hari. Banyak alasan kalau dia menanyakan kepergianku, lagi ke rumah saudara, lagi shopping, lagi mencoba mobil baru dan sebagainya.
Bersambung . . .
Video Lucah : Skandal Blog 6 Jambu Batu - Koleksi Video Lucah, Video Seks, Melayu Sex, Adult Video, Video Melayu Lucah, Klip Lucah
Koleksi gambar awek bogel, melayu bogel, tudung bogel, skodeng awek lucah, tayang tetek dan cipap
Koleksi cerita lucah, kisah lucah, kisah sex, baca lucah, majalah lucah melayu terbaek
Tiba-tiba Niza tersedar dari tidurnya apabila mendengar emaknya menjerit. Dia bangun dan berjalan keluar ke arah bilik tidur emaknya. Dari pintu yang tidak tertutup rapat dia dapat melihat abahnya duduk di katil sedang bermain dengan punainya sendiri sedangkan emaknya berada di antara dua orang rakan abahnya terhenjut-henjut. Dia dapat melihat punai rakan abah sedang tenggelam timbul dalam fefet dan bontot emaknya. Kesemua mereka tidak berbaju. Mereka berbogel saja.
Lama Niza berdiri kemudian di berjalan masuk mendapatkan abahnya. Masa tu emaknya sedang tunduk keleher rakan abahnya dibawahnya.
Jaafar sedar kedatangan anak sulungnya itu. Dia melambaikan tangan supaya menghampirinya.
“Emak buat apa tu bah?” tanya Niza dengan suara yang perlahan.
Jaafar memeluk tubuh Niza sambil mencium kepala anaknya.
“Emak sedang main kuda” jawab Jaafar menyebabkan Nor mengangkat kepalanya.
Nor terkejut melihat anaknya berdiri di depannya melihat dia disetubuhi oleh orang lain, malahan bukan itu sahaja dia disetubuhi oleh dua orang serentak pulak tu.
Niza melihat muka emaknya merah dan berpeluh-peluh “Sakit ke mak main kuda?” tanya Niza.
“Abangggg…..Tak Za tak sakit tapi sedap sangat” Nor cuba kawal dirinya.”Abang bawaklah Niza pergi tidur”
“Ala biarlah dia tengok, apa salahnya” Jawab Jaafar.
“Tak eloklah bang….Niza pergi tudur ye sayang”
“Kenapa Niza tak boleh tengok ke mak” tanya Niza lagi.
“Tak elok lah sayang..ini permainan orang tua saja”
Raja dan Siva terus saja dengan tugas mereka malahan makin bersemangat pulak.
“Abang !!!! bawaklah Niza tidur……Ohhhh emmm!!!” Nor cuba nak kawal keghairahan klimeksnya tapi jolokan Raja dan Siva terlalu nikmat untuk dinafikan sehingga dia mencapai klimeks untuk sekian kalinya “Ahhhhhh!!!!!!!!”sambil menyembamkan mukanya ke bantal sebelah kepala Siva.Badan Nor terhinggut-hinggut menahan nikmat, pahanya bergetar.Siva dapat merasakan kehangatan klimeks Nor membasahi balaknya yang ditunjahnya sedalam mungkin dalam cipap yang mengemut-ngemut bagai meramas balaknya.
Jaafar mendokong anaknya ke bilik sebelah. Mata Niza masih memerhati kearah maknya yang masih lagi bermain kuda.
“Abang juga kena tidur macam adik” Bisik Jaafar kepada Niza.
“Kenapa abang tak boleh tengok mak main kuda?” tanya Niza
“Itu ..orang tua saja main..nanti Niza dah dewasa Niza pun boleh main kuda macam tu..tapi sekarang Niza kena tidur dulu”
Jaafar menidurkan Niza.
Dibilik tidur utama Siva dan Raja kian rancak menjolok kedua-dua lubang Nor. “Dei Raja kasi aku rasa itu bontot jugalah” Pinta Siva.
‘Chit kau ni…aku sudah dekat mau pancut juga”
Nor menoleh ke belakang “ Sudah lah Raja bagi dia rasa sama” sambil tangannya menolak Raja.
Raja mengalah lalu mencabut balaknya dari lobang bontot Nor. Dengan lemah Nor juga mencabut balak Siva yang basah berlendir dari cipapnya. Siva masih lagi terlentang. Nor berpusing mengadap ke kaki Siva lalu duduk perlahan-lahan menghalakan balak Siva yang panjang ke bontotnya.
“Ahh!!!” Keluh Nor lalu terlentang di atas dada Siva. Siva menggerakkan ponggongnya ke atas supaya balaknya dapat meneroka bontot Nor dengan lebih dalam lagi.
Raja membuka kangkang Nor. Dia dapat melihat dengan jelas balak hitam Siva tenggelam dalam bontot Nor yang kelihatan terkemut-kemut mengemut balak Siva.
“Best gila ini bontot, macam mahu putus aku punya batang” Komen Siva.
Ketika Raja mahu memasukkan balaknya ke cipap, Nor menahannya “Pergi basuh dulu” pinta Nor.
Raja berdengus lalu turun dari katil menuju ke bilik air. Tak lama lepas itu Raja naik semula ke katil mula menghalakan balaknya yang besar ke cipap Nor.
“Ahhhhh Raja emmmm sedapnya”Keluh Nor.
Jaafar masuk semula ke bilik tidurnya selepas anaknya lena semula. Ketika itu dia sempat melihat rakan-rakannya mengganas menjolok lobang isterinya dengan suara isterinya mengerang dengan nada yang semakin meninggi.
Katika itu Jaafar nampak dengan jelas kedua-dua balak hitam yang menyetubuhi isterinya tenggelam habis dalam cipap dan bontotnya.
Selang beberapa ketika isterinya terlentang terkulai di atas dada Siva. Tangan Siva masih lagi meramas-ramas buah dada Nor. Air maninya meleleh keluar dari cipap Nor yang masih lagi sedikit ternganga.
Raja mencabut balaknya lalu terlentang di sisi Siva. Balaknya yang besar melentok di atas pahanya.berlendir dengan air maninya bercampur dengan air cipap Nor.
Perlahan-lahan Nor bangun mencabut balak Siva dari duburnya kemudian dia turun dari katil dan terus kebilik air dengan langkah yang longlai.
“best gila” hujah Siva.
“I agree with you my man..I agree with you” tambah Raja. Jaafar tersengeh melihat kawan-kawannya yang keletihan memuji kehebatan isterinya.
Apabila Nor keluar dari bilik air di dapati tiada siapa berada di dalam bilik tidurnya. Hidungnya cepat tercium bau air mani dari atas katilnya. Dia tak ambil pusing tentang itu. Dai menyikat rambutnya dan mengenakan baju kelawar tanpa mengenakan pakaian dalam lagi.
“awak semua nak kopi?” tanya Nor kepada tiga lelaki yang sedang lepak di atas sofa. Ketiga-tiga mereka masih berbogel.
“Abang dah panaskan airnya tu” jelas Jaafar.
Selepas menghidangkan kopi panas Nor duduk di sebelah Jaafar.
“Apa macam Nor best tak tadi?” tanya Raja. Nor melihat balak kulup Raja berjuntai masih lagi kelihatan agak besar.
“Best tu bestlah tapi letih lah Nor” jawab Nor sambil menghidup kopi. “Raja rasa best tak?”
“Best tapi tak dapat pancut dalam Nor punya ass”jawab Raja.
“Raja ni kaki bontot betul” jawab Nor tangannya membelai balak suaminya.
“Ye lah asyik Siva saja yang dapat” jawab Raja sambil minum kopi.
Siva bersandar keletihan “ Ala jangan cakap itu macamlah bro…itu sudah rezki…betul tak Nor”
Nor dan Jaafar tersengeh saja.
“Jom lah bang kita tidur, layan dia orang berdua ni bila nak habis” Nor menarik suaminya ke bilik tidur.
Jaafar tidak menggangu Nor malam tu. Mereka tidur dengan nyenyak sampai pagi.
Semasa sarapan Raja masih lagi mengenakan Nor “Nor macam mana kalau pagi ni?”
“Apa pagi ni?” tanya Nor sambil menyuapkan makanan ke mulut Nazim.
“Aala malam tadi punya hal lah …asyik Siva saja dapat”
“Dia nak bontot sayanglah tu” Jelas Jaafar.
“Eh Raja ni..tak habis lagi…ingatkan dah selesai, kan malam tadi dah dapat rasa” jawab Nor
“Rasa saja….tak pancut itu dalam punya”
“Tak mau lah Nor” jawab Nor sambil menyuap mee goreng ke mulutnya.
“Ala Nor bagi sajalah, nanti Raja kumpunan dalam perjalanan nak balik pagi ni” saran Jaafar.
“Ish abang ni…teruk Nor tau”
Raja bangun lalu menghampiri Nor “Sekijap saja Nor”
Nor merenung ke arah Raja dan berpaling ke arah Jaafar. Jaafar menganggukkan kepalanya memberikan dorongan.
“Sekejap je tau” Nor bagaikan memberikan amaran kepada Raja.
“Yalah sikijap saja” Tangan Raja mula memimpin tangan Nor.
“Abang tengok Nazim tu” pesannya kepada Jaafar.
“Mak nak ke mana?” tanya Niza
“Mak ada hal dengan uncle dalam bilik…errr nak baiki paip tersumbat” Jawab Nor pada Niza. “Niza terus makan ye”
Nor terus sahaja kunci bilik tidurnya takut anak-anaknya masuk mengganggu kerjanya dengan Raja.
Raja meramas-ramas ponggong Nor. Nor berpaling, dilihatnya Raja sudah pun tidak berseluar lagi.”Cepatnya…gian sangat ke?” tanya Nor.
“Takut Nor ubah pikiran” jawabnya sambil merocoh balaknya sendiri menjadi lebih keras.
Nor melurutkan seluar jeans yang dipakainya dan membiarkan T-shirt pendeknya. Lalu melangkah ke katil. Dia mengambil kedudukan menonggeng. Raja datang dari belakang lalu menyuakan kepala balaknya ke mula cipap Nor. Sekejap saja cipapnya menjadi basah lalu Raja menekan ke dalam cipap yang menanti.
“Ohhhh Rajaaaa” Nor menoleh ke belakang. Raja menghayun dengan tempo yang pelahan. Selepas lima minit menghayun Raja berhenti lalu mencabut balaknya dan menyuakan ke lobang anus. Nor menghulurkan botol baby Johnson.
Raja melumurkan minyak pada batang balaknya dan mencurahkan sedikit pada mulut anus Nor. Raja lalu menekan balaknya ke lobang anus Nor.
“Aghhh!!! Uuuuughhh! Perlahan duluuuuuu!!!!” keluh Nor apabila lubang anusnya dirasai mula di trokai oleh balak Raja.
“Ahhhh!!! Ahh!! Ahhhh!” terdengar suara Nor sampai ke telinga mereka yang berada di meja makan.
“Aku rasa paip aku pun nak tersumbat juga ni” kata Siva pada Jaafar.
Jaafar senyum saja. “Paip kau tu memang selalu tersumbat”
“Paip tersumbat tu apa abah?” tanya Niza.
“Itu paip bilik air…tu air dia payah nak keluar..kena baiki” Jawab Jaafar.
Nor menggigit bibirnya menahan tunjahan Raja yang kian laju.sebelah tangannya bermain dengan kelentitnya dari bawah bagi menambah kenikmatan dirinya. Dia ingin klimeks.
“Siapa nak tonton ipin dan upin?” tanya Jaafar pada anak-anaknya.
“Niza nak!” jerit Niza.Nazim cuma melompat-lompat menyokong abangnya
“Aghhhhh!!!!!!!”jerit Nor dalam bilik. Raja memancutkan maninya dalam dubur Nor melepaskan hajatnya yang dipendamkan sejak malam tadi lagi diringai dengan keluhan “Ahhhhh!!!!” yang kuat.
Jaafar duduk bersandar sambil meletakkan Nazim disebelah abangnya. Pintu bilik terbuka. Tersembul Raja sambil mengemaskan tali pinggang seluarnya.
“Par..aku pulak?”Tanya Siva.
Jaafar cuma memberi ok dengan menggerakkan kepalanya saja.
Raja duduk keletihan disebelah Jaafar.Mukanya masih berpeluh.
“Apa macam? Dah OK ke paip kau?”Tanya Jaafar.
“Best gila” jawab Raja.
Pintu bilik tertutup dan beberapa ketika terengar suara Nor mengeluh “Ohhhh !!!!emmmmmph!”
Jaafar melihat jam tangannya.
Siva menghayun balaknya dengan laju. Nor mengepit kakinya ke pinggang Siva.
“Oooooooohhhhhh!!!!!! Siva I’mmmmmm cummmmmingg!!!!!!” Jerit Nor.
“Yeahhhhh!!!!I’m cummingggggg tooooooo!!!!!”Keluh Siva.
“Augh!Augh!!” keluh Nor menerima pancutan Siva yang berdecut-decut jauh ke dalam rahimnya.
Siva tertiarap atas tubuh Nor. Perlahan-lahan Nor menjatuhkan kakinya ke sisi.Siva membiarkan balak panjangnya terendam dalam cipap Nor buat beberapa ketika sambil menarik nafas panjang-panjang.
Sambil bertongkat siku, Siva turun dari tubuh Nor sambil sebelah tangannya membelai buah dada Nor yang mekar.T shirt yang dipakai Nor tadi memang dah tercampak entak kemana.
“Thank you Nor.That was the best”Puji Siva sambil mengucup bibir Nor.
Tangan Nor menjalar mencari balak Siva yang masih lagi panjang walau pun lembik.
“You punya panjang” Ulas Nor.
“Bila I boleh rasa you lagi?”Tanya Siva.
“Bila-bila you drop by, dengan izin Jaafar, I akan kangkang untuk you”sambil Nor mencuit hidung Siva yang mancung.
Pintu bilik terbuka Siva keluar dengan senyum manis walau pun keletihan.
“Alo kawan aku ingat kau tak nak balik” perli Raja. Dia dah bersedia dengan beg pakaiannyanya dan beg kepunyaan Siva.
Jaafar bersegera masuk ke bilik untuk bertukar pakaian sebab hendak menghantar Raja dan Siva ke lapangan terbang.
Ketika dia masuk Nor masih lagi terkangkang. Air mani kelihatan melekit di cipapnya dan di bontotnya. Perlahan-lahan Nor bangun mencapai sarung lalu berkembang.
“Sayang tak nak hantar dia orang ke airport?”Tanya Jaafar.
“Tak laratlah bang, badan pun rasa melekit, Nor kena mandi, abang sajalah yang pergi”
Nor keluar bilik setelah membetulkan rambutnya dan menyarungkan Tshirt yang dipakainya tadi tanpa bra dan penties. Dilihat anak-anaknya masih lagi asyik menonton.
Tergesa-gesa Jaafar keluar “Jom” kata Jaafar kepada dua kawannya.
Nor menghantar mereka ke pintu.
Raja memeluk Nor “Thank you, your butt is the greatest” sambil tangannya meramas ponggong Nor.
“Your sperm is still hot inside there” jawab Nor.
Siva juga memeluk Nor ”terima kasih Nor”
“Take care, Nor akan kangkang untuk you bila-bila masa” bisik Nor.
“Nazim, Niza…mari salam uncle, uncle dah nak balik” ajak Nor.
Budak-budak tu berlari ke arah Raja dan Siva.
“Uncle dah baiki paip ke” Tanya Niza pada Raja
“Dah…air dah keluar dah” jawab Raja sambil mendokong Niza.
Niza memegang tangan Siva “Nanti uncle datang lagi ke main kuda dengan mak?”
“Kalau uncle ada masa uncle datang, OK” jawab Siva.Muka Nor tiba-tiba menjadi merah.
“Dah uncle nak pergi tu, bye bye pada uncle” Nor mengambil Niza dari dokongan Raja.Sekali lagi Raja meramas bontot Nor.
“bye bye uncle” sambil melambai tangan masing-masing.
Kereta Jaafar berderu menghilang dari pandangan. Nor mengunci pintu. Nazim dan Niza meneruskan menonton. Nor menikmati air panas mandi membersihkan rasa melekit pada tubuhnya khususnya di antara dua pahanya.
Dia masih lagi ghairah walau pun dalam sehari dua ni dia telah mendapat lebih daripada sepatutnya dapat dari lelaki.Kalau boleh dia nak lagi…..
cte sex cina dgn melayu, Kisah noor melayu sexMelayu-Boleh.Com - Gambar Bogel awek amoi bogel. Himpunan koleksi gambar awek melayu bogel lucah nakal. Tunjuk pepek dan puting tetek.
amoi bogel, amoi seksi, gambar amoi bogel, cina bogel, cerita lucah amoi, gambar bogel amoi cina, Gambar bogel cina, Gambar amoi, AMOIBOGEL, gambar amoi seksi, gambar cina bogel, amoi cina bogel, cerita lucah cina, cerita sex amoi, amoi seks, gambar bogel gadis cina, gambaramoi com, amoi bogel com, pepek awek cun, gambar burit cinaVideo Lucah : Wife Crazy Sex Maniac - Koleksi Video Lucah, Video Seks, Melayu Sex, Adult Video, Video Melayu Lucah, Klip Lucah
Video Lucah : Janda Suka Sex - Koleksi Video Lucah, Video Seks, Melayu Sex, Adult Video, Video Melayu Lucah, Klip Lucah
Video Lucah : Hurry Up - Koleksi Video Lucah, Video Seks, Melayu Sex, Adult Video, Video Melayu Lucah, Klip Lucah
Koleksi cerita lucah, kisah lucah, kisah sex, baca lucah, majalah lucah melayu terbaek
"Razlan pun macam Ros juga, dah lama sangat menunggu peluang semacam ni Ros, cuma takut-takut je nak mintak." Bisik balas aku kepada Kak Ros untuk membangkitkan lagi kehangatan suasana.
"Kalau macam itu, sekarang kita berdua dah dapat satu sama lain, jangan sia-siakan peluang yang ada ni sayang. Ros dah tak sabar lagi sayang."
Balas semula Kak Ros sambil tangannya mengangkat kedua tanganku dan diletakkan dibahagian teteknya semula. Kak Ros mahu teteknya diramas-ramas oleh aku seperti mana yang aku lakukan tadi. Desahan dan erangan Kak Ros kembali menguasai gegendang telinga aku kini.
Aku membetulkan kedudukanku sambil merebahkan Kak Ros di atas katil. Aku duduk di sebelah kanan Kak Ros yang matanya masih terpejam khayal. Aku tatap sepuas-puasnya tetek Kak Ros yang sederhana besar itu dan yang selama ini terlalu aku idamkan. Kedua-dua tetek Kak Ros masih lagi segar mekar tergantung megah di dadanya. Masih indah seperti anak dara rupanya.
Sambil itu kedua-dua tanganku masih terus merayap dan meramas-ramas lembut teteknya. Sesekali rayapan dan ramasan aku diselangi dengan gentelan ke arah puting teteknya yang merah kehitaman itu. Kak Ros terus mendesah sambil sesekali melentingkan badannya menahan kenikmatan permainan tangan dan jari aku.
Setelah beberapa minit berkeadaan begitu, tangan kanan aku perlahan-lahan turun ke lembah nikmatnya. Tangan kiri aku masih meneruskan aksi-aksi di bahagian teteknya sementara tangan sebelah lagi membelai dan menggosok-gosok mesra daerah lembah nikmat Kak Ros. Kak Ros masih seperti tadi lagi, terpejam matanya sambil mengerang dan mendesah dengan penuh nikmat. Tiada sebarang halangan untuk aku meneruskan aksi-aksi yang seterusnya.
Aku menanggalkan butang dan zip seluar Kak Ros dan seterusnya menanggalkan terus seluar itu perlahan-lahan. Kini tubuh Kak Ros hanya ditutupi dengan seluar dalamnya yang nipis sahaja. Aku dapati seluar dalam Kak Ros kini telah habis basah dengan air mazinya. Aku terus mengusap-usap dan membelai-belai mesra bahagian yang basah itu.
Kak Ros terus mengerang manja dengan tangan kanannya kini sudah mula merayap-rayap di bahagian luar batang nikmat aku sambil tangan kirinya meremas-remas kain cadar tilam. Dengan lentingan dan erangan-erangan yang benar-benar mengasyikkan aku, Kak Ros kini berada dalam keadaan yang amat menggiurkan sekali. Kini aku menanggalkan pula seluar dalam Kak Ros.
Maka, dengan cahaya kesiangan yang hanya dilindungi langsir bilik aku, aku dapat melihat dengan sejelas-jelasnya tubuh bogel Kak Ros. Tubuh yang selama ini hanya menjadi objek dan bayangan masturbasi aku kini sudah berada betul-betul di hadapan mataku tanpa seurat benang pun dan dengan penuh kerelaannya, sedia untuk diterokai dan dijelajahi sebebasnya oleh aku.
Tubuhnya yang berkulit putih, bersih dan gebu itu membuatkan aku terlalu asyik menatapnya dan merayapkan kedua-dua tanganku ke setiap inci tubuhnya itu. Walaupun hakikatnya Kak Ros adalah seorang janda yang beranak dua, namun aku rasakan Kak Ros bagaikan seorang anak dara yang masih suci tanpa belum pernah disentuhi lagi. Malah terus terang aku katakan bahawa bekas makwe aku yang lebih muda dari aku dulu pun tak sehebat Kak Ros.
Sambil membelai-belai mesra tubuh Kak Ros, aku masih lagi asyik menatap tubuh bogel yang mempunyai wajah yang cantik, berkulit putih lagi halus, tetek dengan putingnya yang masih lagi segar mekar, peha yang putih melepak serta gebu, perut yang masih belum timbul lagi tanda-tanda buncit, pinggangnya yang masih ramping dan lembah nikmatnya yang diselaputi bulu-bulu halus yang mana lurahnya masih lagi kemerah-merahan.
"Sayang, bukakan la seluar tu. Malu la Ros, bogel sorang-sorang je. Ros pun nak tengok dan pegang sayang punya." Kak Ros merengek-rengek meminta sambil tersenyum menggoda. Aku pun dengan tanpa rasa segan silu terus membukakan seluar aku sehingga kini kami berdua sudah bertelanjang bulat. Tiada seurat benang pun lagi yang membataskan penglihatan dan pergerakan kami berdua.
Aku duduk kembali ke posisi tadi. Kak Ros tersenyum ke arah aku sambil tangan kanannya terus menyambut sambil terus mengusap-usap mesra batang nikmat aku yang sedari tadi sudah terpacak tegak. Kini batang nikmat aku yang sedari tadi kelemasan di dalam seluar pendek aku sudah terlepas bebas sambil menanti masa untuk menemui sarungnya sebentar lagi. Batang nikmat aku benar-benar seronok kerana ia kini sedang dibelai dan diusap mesra oleh tangan-tangan halus yang selama ini hanya menjadi bayangan untuk dia memuntahkan air nikmatnya.
"Sayang.. Dasyatnya sayang punya pedang ni. Dah la panjang, besar dan keras pulak tu." Bisik Kak Ros tersenyum bahagia sambil tangannya menggenggam kuat batang nikmat aku.
Aku membalas senyuman Kak Ros sambil berkata, "Rasa-rasanya Ros boleh terima ke saiz Razlan punya ni. Agak-agak macamana? Sedap ke tak sedap saiz macam ni?"
"Selama ni yang Ros rasa kecil dari ni pun sedap.. Inikan pulak kalau saiz macam sayang punya ni, mesti la lagi sedap kan. Kalau nak sedap lagi kena buat lama-lama ye sayang?" Kata-kata Kak Ros seolah membandingkan saiz batang nikmat aku dengan bekas suaminya dulu.
Kak Ros kini menaruh harapan yang besar kepada aku dan aku berjanji untuk tidak mensia-siakan harapan Kak Ros yang tinggi menggunung itu. Perlahan-lahan aku menindih tubuh Kak Ros. Tangan kanan aku dan Kak Ros mula merangkul tengkuk pasangan masing-masing. Tangan kiri Kak Ros pula memeluk pinggang aku. Kini tetek Kak Ros melekap mesra di bahagian dada aku pula. Dada Kak Ros yang berombak kuat itu membuatkan teteknya menolak-nolak dada aku.
Muka kami saling bertemu kini sambil mata kami merenung lembut antara satu sama lain. Kak Ros tersenyum manja. Dia menutupkan matanya sambil mulutnya dibiarkan sedikit ternganga. Aku merapatkan bibir aku ke bibir Kak Ros yang masih bergincu merah menggoda. Perlahan-lahan aku menghulurkan lidah aku ke dalam mulut Kak Ros. Kak Ros menyambut huluran lidahku dengan penuh rela sambil terus mengulum-ngulum lidah aku.
Beberapa ketika kemudian mungkin kerana keletihan, Kak Ros berhenti mengulum lidah aku sementara aku belum menarik lagi lidahku keluar dari mulutnya. Aku terus memainkan lidahku bebas di dalam mulut Kak Ros sehingga dapat aku mencapai lelangitnya. Kak Ros lemas dalam kenikmatan sambil tangan kanannya masih kuat merangkul tengkuk aku. Lama kami dalam keadaan begitu dan sesekali Kak Ros pula menghulurkan lidahnya ke dalam mulut aku.
Kemudian aku melepaskan mulut aku dari mulut Kak Ros.
"Ouhh.." Kak Ros melepaskan keluhan nikmatnya.
Kini aku arahkan pula lidah dan mulut aku ke bahagian leher dan telinga Kak Ros. Ciuman, jilatan dan hisapan silih berganti aku lakukan di bahagian tersebut dengan penuh romantik. Kak Ros terus memejamkan matanya sambil tidak putus-putus mengerang, merengek dan mendesah penuh ghairah. Turun naik nafas Kak Ros kini sudah tidak teratur lagi.
Puas di daerah itu, aku turunkan badan aku perlahan-lahan dalam keadaan mulut aku masih terus melekap kuat ke bahagian-bahagian tubuh badan Kak Ros. Aku berhenti bila sampai di bahagian teteknya. Perlahan-lahan aku meramas-ramas kedua-dua belah tetek Kak Ros sambil aku merenung wajah Kak Ros. Kak Ros hanya tersenyum memandang aku sambil memejamkan semula matanya. Tangan Kak Ros membelai-belai mesra rambut aku.
Aku mula mencium tetek Kak Ros perlahan-lahan bermula dari bahagian pangkal hingga ke puncak yang mana terletak sebuah busut kecil yang bakal aku nyonyot dan aku gigit-gigit sebentar saja lagi. Ciuman aku teruskan keseluruh bahagian teteknya kiri dan kanan. Selesai mencium aku mula menyedut sambil menggigit-gigit perlahan pula kedua-dua belah tetek Kak Ros yang benar-benar membahagiakan aku pagi itu.
Kedua-dua tangan Kak Ros meremas kuat kepala dan rambut aku sambil badannya terangkat-angkat mengelinjang.
"Arghh.. Umphh.. Sayang.." Begitulah bunyi erangan dan rengekan manja Kak Ros yang tiada berpenghujung. Sampai sahaja mulutku di puting tetek Kak Ros, aku terus mencium-cium, mengulum-ngulum, menyedut-nyedut dan sesekali menggigit-gigit putingnya itu silih berganti, kiri dan kanan. Aku lakukan aksi-aksi itu di bahagian tetek Kak Ros dalam jangka masa yang lama sebab dah terlalu lama aku benar-benar geramkan bahagian itu. Kak Ros terus membiarkan perbuatan aku itu kerana mungkin dia juga benar-benar menikmatinya.
Setelah terlalu lama aku mengerjakan tetek Kak Ros dan setelah terlalu banyak bekas-bekas gigitan asmara yang aku tinggalkan di situ, aku turunkan lagi badan aku dalam keadaan merangkak sambil ciuman tetap aku teruskan di bahagian perut, pinggang dan pangkal pehanya.
"Urghh.. Arghh.. Sedapp.." Kak Ros meneruskan lagi rengekan-rengekannya yang benar-benar menggoda diselangi dengan kegelinjangan tubuh badannya.
Sampai di bahagian lembah nikmatnya, aku terhenti seketika. Aku angkatkan sedikit kedua-dua belah peha Kak Ros dan kini Kak Ros sudah mengangkangi aku. Aku melihat ke arah wajah Kak Ros dalam keadaan aku yang begitu. Tetek Kak Ros yang masih lagi terpacak tegak di dadanya sama seperti tadi, membuat wajah Kak Ros sedikit terlindung. Namun aku dapat melihat turun naik dada Kak Ros menandakan dia masih lagi khayal di alam kenikmatan sambil matanya masih lagi terpejam.
foto bogel malaysia, kak ros janda part 3, kak ros mengerang, kak rose cerita lucah, mana nak dapat link porno melayuVideo Lucah : Siswi Terlampau - Koleksi Video Lucah, Video Seks, Melayu Sex, Adult Video, Video Melayu Lucah, Klip Lucah
Video Lucah : Awek Liar Part 4 - Koleksi Video Lucah, Video Seks, Melayu Sex, Adult Video, Video Melayu Lucah, Klip Lucah
Koleksi cerita lucah, kisah lucah, kisah sex, baca lucah, majalah lucah melayu terbaek
Pada setiap hujung minggu aku pastinya berada bersama-sama atukku kerana kedua-dua ibu bapaku pergi berurusniaga. Aku memang suka berada bersama atuk. Atuk aku baik orangnya. Dia tak pernah marah kalau aku buat salah. Kalau aku dimarah ibu, atuk selalu membela aku. Kadang-kadang ibu aku kena marah kalau dia marahkan aku.
Nenek aku pula sudah tiada. Anak-anak atuk semua tinggal jauh-jauh. Atuk tinggal beesendirian. Jadi aku dan atuk sajalah dirumah. Ini telah menjadi kebiasaan berada dirumah bersama atuk setiap hujung minggu.
Nak dijadikan cerita pada lewat malam atuk memanggilku, aku fikirkan mungkin ada apa-apa hal. Dan aku pun terus mendapatkan atuk. Atuk hanya memakai kain pelikat. Dia tidak pakai baju. Atuk minta aku pecitkan kepalanya, katanya pening kepala. Jadi aku pun picitkanlah walaupun aku kurang bermaya dan rasa agak letih.
Setelah beberapa ketika, atuk cuba meraba pahaku. Pada mulanya aku menghalang atuk “Janganlah tuk..” Kataku cuba membantah tetapi tidak sungguh-sungguh kerana dia orang tua..
“Sikit aja… Bukan atuk nak sakitkan Ana…” Pujuk atuk.
“Gelilah atuk….” Kataku lagi.
Tetapi atuk teruskan jugak. Akhirnya aku biarkan kerana aku rasa atuk tidak akan memberhentikan tindakannya. Aku pun mula rasa sedap. Lama kelamaan aku semakin seronok. Aku terus biarkan atuk meraba pehaku sambil aku terus memicit kepalanya. Mataku aku rasa mula layu. Apabila aku membiarkan tangannya meneroka peha ku atuk semakin berani. Atuk terus menarik baju tidurku dan kebetulan aku tak pakai seluar dalam!. Maka terdedahlah kemaluanku yang bulunya masih nipis. Maklumlah aku ini baru berumur lima belas tahun. Baru tingkatan tiga. Atuk ambil peluang ini untuk menatap kemaluanku yang terdedah sepuas-puasnya. Lama kelamaan atuk bertambah berahi. Apabila nafsu berahi atuk semakin meningkat, ia terus memelukku.
Aku terkejut. Tetapi belum sempat aku bersuara atuk terus mengucup bibirku. Aku cuba menolak dada atuk. Atuk peluk aku makin kemas. Aku tidak upaya menolak atuk. Aku mula menyerah. Kemudian atuk aku rasa masukkan lidahnya dalam mulutku. Aku rasa lidah atuk menyentuh langit-langitku. Aku rasa sedap. Tidak pernah aku rasa sesedap ini. Akhirnya aku terus peluk atuk. Aku macam tidak mahu atuk menarik lidahnya. Sungguh sedap bila lidah atuk bermain dalam mulutku.
Apabila aku memeluknya, atuk mula meraba buah dadaku. Lidahnya masih lagi mengusik mulutku. Malam itu aku tidak pakai coli. Buah dadaku pun belum begitu besar. Jadi buah dadaku berada dalam genggaman atuk sepenuhnya. Aku rasa tangan atuk mula meramas buah dada kananku dari luar baju tidurku. Inilah pertama kali buah dadaku diusik tangan lelaki. Sedapnya bukan main lagi. Aku paut datuk semakin erat. Aku semakin menyukai tindakan atuk keatas diriku.Atuk macam mengerti. Bibirku dilepaskannya. Mata atuk tertumpu pada dadaku. “Lucut baju.” Kata atuk.
“Atuk lucutkanlah.” Aku mula bermanja.
Atuk senyum. Atuk selak baju tidurku. Kemudian dia tarik ke atas. Aku angkat tangan keatas untuk memudahkan tugas atuk. Bajuku sudah terpisah dari badanku. Aku berbogel. Pertama kali aku berbogel depan lelaki. Tetapi aku tidak rasa malu. Mungkin kerana lelaki ini datukku. Atau mungkin kerana aku mula menyukai perbuatan atuk. Apabila aku sudah berbogel aku tengok atuk merenung tubuhku macam singa merenung mangsanya. Matanya tidak berkelip. Habis seluruh tubuhku dijelajahi oleh mata atuk.
“Atuk kenapa tak lucut kain tu?” Aku berkata setelah orang tua ini menatap tubuhku.
“Ana nak tengok ke atuk telanjang?” Tanya atuk sambil tersengeh.
“Mestilah. Kalau atuk boleh tengok Ana telanjang, Ana pun nak tengok atuk telanjang.” Kataku sambil membuka gulungan kain pelikat datukku. Dia tidak membantah. Bila kainnya terlucut aku nampak ada benda panjang berdiri tegak dicelah kelengkangnya. Inilah pertama kali aku melihat benda itu. “Besarnya tuk….” Kataku lalu memegang benda itu. “Keras…” Bisikku.
Atuk peluk aku semula. Tanganku masih memegang benda atuk. Atuk mula cium pipiku. Kemudian leherku. Kemudian dadaku. Aku rasa sedap. Aku pejamkan mata untuk menghayati rasa sedap itu. Tiba-tiba aku rasa ada benda yang basah menyentuh puting buah dadaku. Aku buka mata. Aku lihat atuk sedang menjilat putting buah dadaku. Rasa geli ada. Rasa sedap pun ada. Kemudian atuk hisap putingku. Aku rasa makin geli. Makin sedap. Tanpa ku sedari aku mula ketawa kegelian dan kesedapan sambil menggeliat. Apabila aku menggeliat atuk peluk aku semakin erat. Takut putingku terlepas dari hisapannya. Setelah puas hisap putting kanan, atuk hisap pula putting kiri.
Aku semakin kuat menggeliat. Aku tak tahan. Aku tolak kepala atuk. Aruk macam faham. Putting buah dadaku dia tidak hisap lagi. Tetapi atuk tidak diam diri. Dia jelajah pula ke perutku. Kemudian ke pusatku. Kemudian ke ari-ariku. Kemudian ke celah kelengkangku. Tiba-tiba aku terkejut. Atuk jilat tempat kencingku. Aku tak sangka tempat kencingku pun atuk nak jilat. Bila lidah atuk menyentuh tempat kencingku aku mula rasa sedap. Rasa sedap yang belum pernah aku rasa. Rasa sedap yang tidak boleh diceritakan. Tidak boleh digambarkan. Inilah pertama kali rasa begitu sedap. Lebih sedap dari rasa putting dihiasp. Rasa sedap ini mendorongku mengeluarkan suara yang tidak keruan. Rasa sedap ini menyebabkan nafasku turun naki dengan kecang. Aku kepit kepala atuk dengan kedua-dua pehaku. Aku paut kepala katil sambil mengeluarkan suara yang aku tidak faham maknanya. Tiba-tiba aku rasa sedap yang amat sangat sehingga akhirnya macam ada air yang terpancut dari tempat kencingku. Dan atuk terus menjilat air itu. Entah apa rasanya hanya atuk yang tahu.
Selepas menjilat tempat kencingku atuk melutut dicelah kelengkangku. Kemudian atuk kangkangkan peha dan ia masukkan batangnya ke lubang tempat kencingku.
“Aw! sakit atuk” Itulah yang aku jeritkan apabila batang atuk mula-mula masuk ke dalam tempat kencingku kerana aku rasa perit.
Atuk cuba tenangkan aku “Tak pa, nanti-nanti tak sakit laa…” Kata atuk sambil mencium pipiku. Kemudian atuk kucup bibirku. Aku sambut bibir atuk dan terus peluk tubuh atuk. Semasa lidah atuk bermain dalam mulutku aku lupa sekejap rasa sakit pada tempat kencingku.
Ketika bibirku dikucup atuk aku dapat rasa batang atuk mula bergerak perlahan-lahan dalam lubang kencingku. Rasa sakit timbul lagi. Aku paut atuk semakin kuat. Atuk terus kucup bibir aku. Atuk terus gerakkan batangnya dalam tempat kencingku lagi. Lama-lama rasa sakit itu hilang. Aku mula rasa sedap.Walaupun umur atuk telah menjakau 70 tahun, tapi ia amat bertenaga dan sangat banyak pengalaman. Secara perlahan-lahan atuk menggerakkan batangnya ke dalam pantatku.Aku biarkan atuk sorong tarik. Aku menghayati rasa lazat yang belum pernah aku nekmati selama ini. Aku paut atuk kuat-kuat. Aku pejamkan mataku. Mulutku mula mengeluarkan bunyi yang mengghairahkan. Aku tercungap-cungap. Nafasku turun naik dengan pantas. Tiba-tiba aku rasa paling sedap. Aku menjerit halus. Aku paut atuk kuat-kuat. Aku rasa ada air keluar dari lubang pantatku. Ketika air itu keluarlah aku rasa paling sedap.
Atuk masih ligat menyorong dan menarik batangnya dalam pantatku. Aku rasa sedap lagi. Aku mula tak menentu. Kejap-kejap aku peluk atuk. Kejap-kejap aku paut kepala katil. Kejap-kejap aku cengkam tilam atuk. Aku berasa sungguh nekmat. Dan sekali lagi aku rasa ada air keluar dari lubang pantatku air itu sungguh lazat. Lubang pantatku semakin becak. Atuk semakin rancak. Aku entah berapa sampai kepuncak. Dan lebih kurang satu jam setengah atuk kuatkan sorong tarik dan terus 'zhuss' atuk lepas air nikmat dalam pantatku. Air itu pekat dan hangat. Aku berasa seperti diawang-awang buat beberapa saat. Kemudian aku terkulai. Batang atuk masih berendam dalam lubang pantatku. Batang itu mula mengecut dan kemudian terkeluar dari lubang pantatku.
Apabila aku kembali bertenaga aku bangkit. Ketika aku bangkit atuk berpesan jangan kasi tau sapa-sapa, aku cuma mengangguk saja dan dalam keadaan lemah aku terus ke bilikku. Semasa aku berjalan kebilikku ada air meleleh ke pehaku warna putih pekat danbercampur merah. Aku ke bilik air, buang air kecil. Mula-mulasakit bila pantatku terkena air kencing dan sekali saja habis air kencing ku keluar, mungkin pantatku dah koyak.
Aku terus tidur dan oleh kerana aku kepanasan aku tidur tanpa mengenakan pakaian. Apabila aku terjaga atukku berada diatas badanku. 'Sekali lagi' katanya dan aku terus membiarkannya atukku teruskan permainannya. Kali ini barulah aku terasa betapa syoknya. Aku melayan atuk dengan rakus dan ganas sekali. Permainan kali ini lebih lama. Hampir dua jam aku dikerjakan atuk. Dan aku rasa sungguh sedap. Atuk aku ini memang hebat orangnya. Dan atuk mengerjakan pantatku sebanyak empat kali pada malam itu. Terasa bertapa nikmatnya, syok ooooo.
Cerita sex melayu ex boyfriend isteriku nizam, fotocipap@cipapmelayu, www lucah atukVideo Lucah : Awek Dia Real Horny - Koleksi Video Lucah, Video Seks, Melayu Sex, Adult Video, Video Melayu Lucah, Klip Lucah
Koleksi gambar bogel, awek bogel, melayu lucah, gadis nakal, telanjang tetek
Koleksi cerita lucah, kisah lucah, kisah sex, baca lucah, majalah lucah melayu terbaek
Pertengkaran tadi benar benar membuatkan aku bosan dan tension. Untuk release tension aku menghabiskan masa di sebuah disko berdekatan.Walaupun dalam disko tersebut bercelaru dengan bunyi yang tah aper aper tah. Namun aku dapat gak release tension aku nie……Sedang aku dok mengelamun tiba tiba aku rasa seperti ader yang mencuit bahu aku…….Aku berpaling……woyooooooo amoi sih!!!!! Mata aku tertumpu pada keindahan pangkal kedua buah dada amoi……..Aku leka sekejap…..Eh! kawan ader orang duduk di sini tak???? Tanya amoi itu pada aku. Ah!!! oooooo takder takder jawap ku.kekeke dalam hati aku ketawa sendiri.Fuh! punyalah putih dan montok buah dada amoi nie geram aku sih!!!!
Amoi tu datang ngan member dia tapi member dia ader pakwe sedangkan amoi nie sorang jer. Amoi tu senyum jer tengok aku. Aku pun senyumlah balik.Muzik bergema dengan kuatnya dan aku pun bertanya amoi tu. Amoi u dari mana???? Dari Singapore….. OOOOO aku kata.Mana boyfriend u??? Tanya ku lagi…Dia tak dapat datanglah….i boring tengok dia…Aku hulurkan tangan i Bard u???? I Lulu and this my friend Lucy. Aku bersalaman……Waktu Lulu tunduk mencapai minuman sempat gak mata ku menjeling kearah buah dadanya…Emmmmm geram betul aku.
Malas nak berbual aku sambung balik mengelamun tadi…..Tiba tiba amoi tu mencuit bahu ku Jom dance…….Jommmmmmmmmm aku kata.Aku aper lagi tunjukkan segala skil yang aku ader..Amoi ketawa dan terus dance.Sambil dance mata aku terus tertumpu pada kedua buah dada amoi tu yang bergerak gerak mengikut rentak muzik.Fuh! aku menelan air liur……….Sabar kata hati ku…. dari music rancak kini menjadi slow…… Kini giliran aku pula mempelawa amoi .Amoi malu tapi setuju. Apa lagi aku memeluk pinggang amoi lembut.Amoi membalas…..
Tangan aku sebelah lagi mula menarik punggung amoi agar rapat mengena batangku yang dah lama tegang.Geselan berlaku antara batangku dengan cikbab amoi…Walau pun amoi memakai skrit pendek dari jeans namun aku dapat merasa tembam cipab amoi.Lepas sebelah sebelah buah dada amoi tu aku ramas……..Sedang syok aku melayani kepejalan buah dada amoi tiba tiba terang .Kelam kabut aku menarik tangan ku keluar…..aku dan amoi ketawa…..dan amoi menarik aku duduk.
Aku tengok Lucy dah mabuk….Aku tanya amoi….U naik aper datang sini. Dia kata naik kereta Lucy. So macam mana nie sekarang. Aku kata takper aku tolong hantar u ke hotel kay. Amoi setuju dan senyum kepada aku. Aku dan amoi memapah Lucy ke kereta.
Berderum laju aku menuju ke hotel……..Di hotel aku menyuruh lulu booking room dan aku memapah Lucy naik.Bila sudah selesai aku meminta diri pada lulu tapi sebelum tu aku nak tumpang mandi bab baju dan badan aku berbau arak. Lulu setuju lantas menyuruh aku mandi dulu nanti dia hantar tuala….Aku apa lagi mandilah……sedang aku syok mandi tiba tiba aku dipeluk dari belakang. Aku menoleh Lulu??????? Lulu kata Boleh i join u mandi…….Aku kata suka hati u lah… Dengan perlahan dan satu satu baju yang dipakai nya jatuh ke lantai…..
Aku membaringkan lulu di tub mandi dan mengangkangkan kedua kakinya. Peh! tembam betul cipap lulu hinggakan ternaik biji yang tak bersunat panjang……Aku membenamkan jari aku ke dalam cipap lulu…..Ahhhhhhhhh iksssssssssssssssssssss rintih lulu. Aku geram dengan keadaan ini. Aku jilat cipap lulu hinggakan ternaik naik punggung dia ke atas. Sedangkan jari aku tarik masuk tarik kedalam cipap lulu.Sampai satu ketika lulu mengejang keras… Ahhhhhhhh…………… iks……………. Makin banyak air yang keluar dari cipap lulu.
Sedang aku enak tidur dibuai mimpi…..Tiba tiba aku aku rasakan satu kenikmatan yang sukar di gambarkan…. Aku mencuba menghayati keenakkan agar aku tau aku ini bermimpi atau tidak.Ternyata aku tidak bermimipi ini adalah kenyataan…..Bila aku membuka mata ternyata yang Lulu sedang giat menguli uli batangku yang kecil dan terlentuk lentuk tak bernyawa……Lulu tersenyum bila aku mencelikkan mata….dan ternyata batangku pun mula berubah keadaan dari segi besar dan panjang…..Perubahan ini menyebabkan Lulu bersemangat lantas tanpa membuang masa Lulu memasukkan batangku ke dalam mulutnya….. apa lagi makin terangsanglah aku.
Namun aku tak hiraukan itu semua…Sedang Lulu menarik nafas lega kerana jilatan terhenti….Tiba tiba bagaikan terkena kejutan elektrik lulu mengeliat bila lidah ku mula meneroka apa yang berada di dalam gua kepunyaan Lulu. Manakala jariku memainkan di mutiara yang berdiri megah kekerasan dan sebelah jariku meramas ramas lembut buah dada Lulu serentak…Dengan itu juga Lulu mengerang keras……dan mengepit kepalaku di celah celah kelengkang dan Ahhhhhhhhhh aikssssssssssssss uhhhhhhhhhhhhhhhhh…….klimax yang ditahan oleh Lulu terpancut ke muka aku…Lulu mengeliat panjang dan melepaskan kepala aku…..Aku terus tidak mahu klimaxs Lulu berakhir aku halakan batangku yang dari tadi menegak minta disarungkan ke dalam gua……Ahhhhhhhhhh……yes……Lulu merengek bila batang ku mula terbenam……sedikit demi sedikit…..Lulu mengemut gemutkan cipapnya….tanda menerima kehadiran batangku dengan satu geliat yang agak kasar dan mengeleng gelengkan kepala menahan keenakkan sebenar……Aku macam nak terpancut bila menerima reaksi sedemikian rupa. Namun aku masih boleh menahan……
Aku capai sebuah bantal dan letakkan di bawah cipap Lulu agar punggung Lulu ternaik ke atas…… Dengan kaki yang tercantum rapat aku mula menghayunkan semula batang ku…..Dengan bantuan cecair yang makin banyak keluar dari cipap Lulu makin mudah aku tarik masuk keluar batangku…….Aku mula hayun laju dan laju lagi hinggakan Lulu meraung raung keenakan ahhhhh pls….. stop…….aiks……uhhhh…….namun aku terus melajukan lagi henjutan batangku……..Hinggakan aku hampir nak terkeluar……Aku benamkan batangku sedalam dalam yang boleh dan Ahhhhh…………aku meraung macam ayam jantan….dan Lulu uhhhhhhhhhhhhhh yesssssssss………kejang………sama sama kejang dan aku rebah di atas badan Lulu yang telah lemah longlai tak bergerak cuma hanya kedengaran laju nafas aku dan Lulu…. Akhirnya aku tertidur bersama Lulu dengan batang ku terendam di dalam cipap Lulu……..Aku puas begitu jua Lulu……..Itulah hadiah hari jadi Lulu di Malaysia……..
Aku mula menghalakan batangku ke cipap lucy…..Kini aku ingin merasa bagaimana enaknya cipap lucy…… Bila semuanya dah reda aku mula benamkan batang ku perlahan lahan tapi keenakan dan kesempitanku dilarang lucy….auwwww lucy menjerit bila kepala batangku mula masuk ke dalam cipapnya…dia menolak nolak badanku agar berhenti…..Ooooooo rupanya lucy nie masih dara rupanya bentak hatiku….Aku tahu apa yang hendak aku buat…..Aku berhenti buat seketika batang ku masuk tapi aku mula mengulum lidah lucy dan kedua belah tangan ku mula mencari buah dada lucy terus meramas ramas lembut manakala jariku memainkan puting….kini ingatan sakit yang dideritai oleh lucy hilang bila aku lakukan sedemikian rupa dan ini membuatkan aku mengambil kesempatan untuk memasukkan batangku seterusnya.
Dengan bantuan air yang keluar dari cipap lucy batangku mula tenggelam sedikit demi sedikit hingga habis batangku masuk ke dalam cipap lucy….Ahhhhhhh aku merasa betapa sempit dan enak cipap lucy…..lucy mula mengangkat punggungnya atas ke bawah……….lucy mengerang keenakan bila aku menunjang batangku ke atas agak kuat…Ahhhhh ahhhhh ahhhhhhhh……..Aku tak puas aku menonggengkan badan lucy dan memasukkan kembali batangku…ahhhhhhhhhhhh sempit sungguh aku rasakan dan lucy pula….ahhhhhhhhh kejang seluruh badan lucy dan rebah…….Aku biarkan lucy merasa kenikmatan klimaxnya seketika…..
Aku dikulum lidah dan ditinggalkan tercengang cengang. Aku membalas senyum lucy yang menjeling manja pada ku….Bila kau sudah siap kini giliran Lulu pula menerpa aku memeluk mengucup bibir aku dan membisik ketelinga aku…okay time to go…..and i like malay fuck…Aku meramas lembut buah dada Lulu yang comel tapi cukup membuat orang geram bila memandang.Sambil menbalas kuluman Lulu. I wait u in lobby…..
…Dan hari itu, aku pulang ke rumah dengan penuh kepuasan setelah menutuh 2 amoi dalam satu malam
Video Lucah : Pancot Mulut Bedah - Koleksi Video Lucah, Video Seks, Melayu Sex, Adult Video, Video Melayu Lucah, Klip Lucah
Video Lucah : Nak Cepat - Koleksi Video Lucah, Video Seks, Melayu Sex, Adult Video, Video Melayu Lucah, Klip Lucah