Quantcast
Channel: Melayu Boleh
Viewing all 6253 articles
Browse latest View live

Dalam Kabin Keretapi

$
0
0

Video Lucah : Dalam Kabin Keretapi - Koleksi Video Lucah, Video Seks, Melayu Sex, Adult Video, Video Melayu Lucah, Klip Lucah

Gambar Bogel Dalam Kabin Keretapi   Melayu Boleh.Com

imej lucah dalam kereteapi, novel lucah terbaru 2016, tlelanjang bogel siam sedap, www video sesk dlm keretapi, youjizz lucah

Macam Macam Gaya

$
0
0

Video Lucah : Macam Macam Gaya - Koleksi Video Lucah, Video Seks, Melayu Sex, Adult Video, Video Melayu Lucah, Klip Lucah

Gambar Bogel Macam Macam Gaya   Melayu Boleh.Com

melayu boleh tembam, cerita seks pembantu rumah, macam macam gaya sex, gaya sex melayu, mcam2 vidio kenthu, Mcm mcm cerita mesum, pembantu malayu boleh, terbaru sex melayu boleh, vedio sex gaya macam-macam, video gaya gaya sex, Macam2 cerita sex, macam macam sex, vidio macam macam gaya sex, Macam gaya sex, gaya seks luncah, gaya lucah vidio, gambar kongkek gadis melayu macam2 gaya, cerita sex pembantu, cerita sex melayu hot pembantuh rumah, cerita sex dengan pembantu

Lily Panther – Menggapai matahari – 2

$
0
0

Koleksi cerita lucah, kisah lucah, kisah sex, baca lucah, majalah lucah melayu terbaek

Posisi doggie yang dia minta tak menurunkan hasrat birahiku, sodokan demi sodokan menghantam rahimku, terasa sakit dan nikmat, sesekali ditariknya rambutku ke belakang sambil menyodok keras, desahan bebas lepas memenuhi kamar ini, aku benar benar bebas meng-ekspresikan kenikmatan yang kuraih, tanpa beban, tanpa malu, semua kulakukan dengan penuh perasaan, seakan tak ada lagi hari esok.

Setelah beberapa lama mengocokku, akhirnya kurasakan semprotan keras menghantam dinding vaginaku seiring dengan cairan hangat yang membasahi dan memenuhi relung relung kenikmatanku. Aku menjerit kaget dan nikmat bersamaan dengan jeritan orgasmenya, dicabutnya penis itu dan diusap usapkan ke pantatku, kurasakan spermanya meleleh keluar membasahi pahaku, akupun telungkup dalam kelelahan nan nikmat. Napas kami menderu seperti habis berlari lari, dia mengusap punggungku dengan mesranya.

"Kita ke Tretes yuk", ajaknya setelah napas kami normal kembali tak lama kemudian.
"Kapan? udah lama aku tak kesana", dengan girang kusambut ajakannya.
"Sabtu lusa deh kita berangkat, nginap semalam, minggu sore baru balik, gimana?"
"Asal tidak keduluan tamu bulanan yang satu itu", jawabku, dia hanya tersenyum, kucium keningnya dan kunaiki perut buncitnya, kubiarkan spermanya menetes keluar mengenai perutnya, lalu kutinggalkan ke kamar mandi.

Layaknya pasangan yang sedang berbulan madu, kami habiskan malam itu dengan penuh gairah, tiada waktu yang terbuang sia sia, seperti orang yang kehausan di padang pasir. Tak malu aku membangunkannya di tengah malam hanya karena ingin bercinta, tentu saja dia menuruti permintaanku dengan senang hati dan tak perlu terburu buru karena yang kami punya saat ini adalah waktu yang panjang. Tak kuhiraukan lagi kenyataan bahwa aku melakukan ini tanpa dibayar, namun justru itu yang membuatku terbebas dari beban.

Ketika kubuka mataku keesokan paginya, sejenak agak asing rasanya melihat sosok laki laki masih berada di ranjangku, masih tertidur. Biasanya, setiap bangun di pagi hari (agak siang sih) selalu kutemui kesendirian dan kesunyian di kamar, kali ini terasa lain, ada Koh Wi disampingku. Selama di Hilton, belum pernah aku "keluar kandang" dan menginap sampai pagi begini, biasanya sebelum pukul 6 aku sudah meninggalkan tamuku kembali ke Hilton, karena memang biasanya tak pernah sempat tidur pulas, selalu "diganggu" dikala tertidur, baru kulanjutkan tidurku sesampai di kamarku sendiri di Hotel Hilton.

Pukul 9 pagi, Koh Wi berangkat ke kantor, meninggalkanku sendirian di kamar, kuantar dia sampai di pintu kamar, masih mengenakan piyama tanpa pakaian dalam, dikecupnya keningku sebelum pergi. Kembali kurasakan kesepian sepeninggalnya, terus terang aku tak tahu dari mana harus memulai untuk melanjutkan perjalananku, tak seorangpun yang kukenal di duniaku kecuali Om Lok, entahlah kupikir nanti saja setelah renang dan sarapan. Kuhabiskan waktu pagi di hari jum'at itu di kolam renang, bahkan makan pagi kulakukan di pinggir kolam. Kusadari beberapa pasang mata memandangku penuh, tapi tak kupedulikan. Waktu makan siang Koh Wi datang untuk makan siang bersama dilanjutkan dengan percintaan kembali hingga jam 2, lalu dia kembali ke kantornya. Besok paginya kami tidak jadi berangkat kerena keduluan datangnya tamu bulanan, tapi bukan berarti kami tidak melakukan apa apa, justru kerjaku lebih berat karena harus melakukan oral untuk membuatnya orgasme, meskipun begitu aku melakukannya dengan senang hati tanpa keterpaksaan.

Kami lewati hari hari yang menyenangkan, tiap jam istirahat Koh Wi menjengukku untuk makan siang atau sekedar Quickie, disamping itu aku sudah mulai melakukan kontak dengan tamu yang sudah memberi nomer teleponnya. Beberapa tamu bahkan telah menghubungi lewat pager, hanya berselang dua hari setelah kepindahanku, tapi dengan berbagai alasan aku sementara menghindar.

Ternyata lepasnya aku dari genggaman Om Lok sudah menyebar di kalangan GM kelas atas, entah darimana mereka mendapat informasi itu, padahal aku tidak mengenal mereka, beberapa GM menghubungi via pager ingin membicarakan "bisnis", tentu kusambut dengan tangan terbuka, semakin banyak semakin bagus, pikirku. Diam diam tanpa setahu Koh Wi, aku menemui mereka sambil makan pagi atau sambil menemani berenang di hotel, tentu saja membicarakan tariff-nya, dari sini aku mulai melihat jalan ke depan sudah terbuka. Selama masa haid, kulakukan kontak untuk memastikan bahwa aku masih exist, bahkan beberapa sudah melakukan appointment, tentu saja saat ini tak bisa kulakukan saat jam istirahat, paling tidak setelah jam 2 siang dan selesai sebelum jam 5 sore. Meskipun Koh Wi tahu profesiku memang itu, tapi sementara aku harus menjaga perasaannya, walaupun dia tidak pernah mengucapkan melarang atau mengijinkan, entahlah nanti.

Part 2

Hari itu hari Senin, tepat sehari setelah masa haid berakhir, setelah melayani Koh Wi di siang itu dengan penuh gairah karena sudah menahan hasrat birahi selama haid, aku segera menghubungi tamuku di kamarnya di lantai 8. Sengaja kuarahkan dan kubantu tamuku untuk check-in di hotel itu supaya tidak terlalu lama diperjalanan, tentu saja menggunakan nama asliku, tak seorangpun tahu, disamping itu aku juga merasa lebih aman kalau melakukannya masih di Hotel. Kukenakan celana jeans dan kaos yang ketat sehingga terkesan sexy, apalagi ditambah bra "push-up" makin menonjokan lekuk lekuk tubuhku. Dengan tinggi 167 cm ditambah sepatu hak 7 cm, aku yakin akan membuat laki laki normal menelan ludah.

Pak David atau lebih akrab kupanggil David adalah tamu pertamaku sebagai wanita panggilan, dia adalah salah satu tamu yang datang di hari hari terakhirku di Hilton. Di usia yang relatif muda, mungkin 40 tahunan, dia mempunyai beberapa toko accessories mobil, salah satunya di daerah Kedungdoro. Pada mulanya dia menolak ketika kuajak, tapi dengan bujuk rayu dan tariff "perkenalan" untuk orang dan servis yang sama, akhirnya dia setuju tertarik.
Sesaat David terpesona melihat penampilanku yang lain dari sebelumnya, sekarang jauh lebih modis, rambut model Shaggy dan disemir agak kemerahan menambah pesonaku.
"Kamu makin cantik dan sexy", pujinya ketika kami sudah berada di kamar dan langsung mencium kedua pipiku.
"Udah makan?", tanyanya sambil melucuti pakaianku.
"Nggak ah lagi diet", jawabku bohong membalas melucuti pakaiannya.
"Mandi dulu yuk, biar segar", ajakku setelah kami sama sama telanjang, kutuntun dia ke kamar mandi dan kumandikan, tangannya tak pernah berhenti menjamah seluruh tubuhku selama kumandikan.
Kini kubiasakan untuk mengajak tamuku mandi sebelum bercinta, selain biar bersih dan segar, juga untuk menghilangkan bau keringat terutama di daerah selangkangan.

Akhirnya kami berpelukan telanjang dan saling melumat bibir di atas ranjang, ciuman penuh nafsu menyusuri leher dan dadaku, diremas remas dengan gemas sambil mengulum kedua puncak bukitku, kurasakan kenikmatan mulai menjalar di sekujur tubuhku, aku menggeliat. Sejenak pandangannya terpaku ketika melihat selangkanganku yang gundul, dia menatapku tersenyum lalu mulai menjilati klitorisku, aku mulai mendesah dan desahanku makin keras saat lidahnya mulai bermain di bibir vaginaku. Tak kupedulikan bahwa belum sejam yang lalu vagina itu telah diobok obok penis Koh Wi dan dibanjiri dengan spermanya, aku yakin tak ada lagi sisanya karena sudah kucuci bersih. Begitu bergairah David menjilati vagina gundulku sambil jari tangannya ikutan mengocok.

Kami berganti posisi, dia telentang menikmati jilatan dan kulumanku pada penisnya yang tidak sebesar punya Koh Wi, tangannya meremas remas rambutku. Kuminta dia mengangkat kakinya, kujilati penisnya hingga ke pangkal, terus turun sampai ke lubang anusnya. Belum pernah kulakukan hal itu pada tamuku sebelumnya tapi sudah sering terhadap Koh Wi, banyak improvisasi bercinta yang kulakukan, sebagai "kelinci percobaan" kulakukan terhadap Koh Wi, kalau dia menyukainya berarti laki laki lain aku yakin pasti suka, kucoba memberikan kesan dan kepuasan tersendiri pada tamuku kini.

Desahan David makin keras ketika lidahku dengan lincat bermain di sekitar lubang anusnya, kepalanya diangkat menatapku yang masih diselangkangannya, seakan tak percaya aku melakukannya. Kami ber-69, vaginaku tepat di atas wajahnya, dia langsung menjilat dengan rakus, bagitu juga aku terhadap penisnya. Puas bermain oral dan vaginaku sudah basah terangsang, aku berbalik menghadapnya, dengan posisiku di atas, kuusapkan penisnya yang menegang ke vaginaku, perlahan kuturunkan tubuhku dan melesaklah penis itu ke vaginaku, penis kedua yang kurasakan setelah seminggu hanya merasakan penis Koh Wi.

Ooohh.. sungguh nikmat merasakan penis yang lain, padahal dulu aku biasa merasakan lebih dari 3 penis dalam sehari, lebih dari 3 penis yang berbeda bentuk dan ukurannya selalu mengobok obok vaginaku setiap harinya, tapi kini lain rasanya, begitu kunikmati perbedaannya. Baru kusadari nikmatnya perbedaan setelah hanya kurasakan satu macam, mungkin itu yang membuat orang sering selingkuh, untuk mencari nikmatnya perbedaan dari satu wanita ke wanita lainnya diluar yang sudah ada di rumah.

Kudiamkan sejenak setelah semua penis itu melesak di vaginaku, kupandang wajah David yang penuh nafsu, ditariknya tubuhku dalam pelukannya dan dilumatnya bibirku sambil mulai mengocokku dari bawah. Aku mendesah dekat telinganya, kocokannya makin cepat dan pelukannya makin erat. Kami sama sama mendesah nikmat memacu nafsu menuju puncak kenikmatan. Kulepaskan pelukannya, aku mulai mengocok, tubuhku turun naik diatasnya sambil mengelus elus paha dan kantong bolanya. Aku menggeliat nikmat ketika tiba tiba dia menyodokku dari bawah, kedua tenganku tertumpu di pahanya kugoyang pantatku, dia mendesah mencengkeram buah dadaku, membalas goyanganku dengan kocokan.

Ditariknya kembali tubuhku dalam pelukannya, kami bergulingan, kini posisiku di bawah, menindih tubuhku, dada dan napas kami menyatu dalam irama kenikmatan birahi, penisnya makin cepat keluar masuk vaginaku. Kakiku kujepitkan di pinggangnya mengimbangi, makin dalam kejantanannya menembus masuk liang vaginaku, aku mendesah nikmat tak tertahankan.

Sebelum kugapai puncak kenikmatan dia sudah terlebih dahulu menyemprotkan spermanya di vaginaku, cairan hangat terasa memenuhi rongga kenikmatanku disertai denyutan denyutan kuat menghantam dinding dindingnya, aku menjerit melambung, dia terdiam menikmati saat saat orgasmenya, kugoyangkan pinggulku sambil memeras habis sperma yang masih tersisa, kudengar jeritan kaget tapi tak kuhiraukan, orgasmeku tinggal selangkah lagi dan aku tak mau kehilangan momen, goyangan pinggulku makin kuat hingga akhirnya kugapai kenikmatan tertinggi, jeritan keras mengiringi orgasmeku sambil meremas rambut David. Akhirnya kami berdua terkulai lemas tak bertenaga, tubuhnya masih diatasku, detak jantung dan napas kami saling mengisi, diciumnya bibir dan keningku sebelum turun dari tubuhku, kami telentang di atas ranjang dalam kelelahan.
"Kamu lebih hebat daripada sebelumnya", komentarnya tanpa memandangku, cairan spermanya masih terasa menetes keluar dari vaginaku dan kubiarkan saja.

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 3:20 sore, cukup lama juga kami tadi bercinta, masih ada waktu satu jam lebih, masih lama, cukup untuk satu babak panjang sekali lagi. Setelah beberapa lama kami telentang saling peluk, kutinggalkan dia, kubersihkan tubuhku di kamar mandi, kucuci vaginaku dari spermanya. Kami bercinta sekali lagi dengan penuh gairah dan nafsu di sofa dan kamar mandi, tak sedetikpun waktu kami biarkan berlalu tanpa desahan penuh nafsu hingga kami sama sama terkulai tak bertenaga.

Pukul 16:45 aku sudah kembali ke kamarku, inilah "perselingkuhan" pertamaku sejak bersama Koh Wi, memang tidak ada ikatan atau perjanjian diantara kami tapi dari nada bicaranya dia keberatan kalau aku bekerja kembali, sebagai konsekuensinya dia memenuhi segala kebutuhanku termasuk uang jajan, meski nilainya jauh tidak sebanding dengan pendapatanku sewaktu di Hotel Hilton, namun ada kepuasan tersendiri dalam hal ini. Ketika Koh Wi datang, aku bersikap sewajarnya seperti tidak terjadi sesuatu, seperti hari hari lainnya, kamipun bercinta di malam harinya.

Sejak saat itu aku lakukan "perselingkuhan" dengan tamu, pada mulanya kulakukan di Hotel yang sama, namun makin lama aku semakin berani untuk "keluar kandang" ke hotel lainnya asal masih diseputaran daerah itu. Meski demikian aku tak pernah "melalaikan tugas" untuk melayani nafsunya tiap jam istirahat dan malam harinya, hampir setiap hari. Banyak alasan kalau dia menanyakan kepergianku, lagi ke rumah saudara, lagi shopping, lagi mencoba mobil baru dan sebagainya.

Bersambung . . .

Skandal Blog 6 Jambu Batu

$
0
0

Video Lucah : Skandal Blog 6 Jambu Batu - Koleksi Video Lucah, Video Seks, Melayu Sex, Adult Video, Video Melayu Lucah, Klip Lucah

Gambar Bogel Skandal Blog 6 Jambu Batu   Melayu Boleh.Com

skandal melayu, blog lucah, blog video lucah, blog lucah melayu, skandal sex melayu, blog sex melayu, galeri melayu, blog video melayu, melayu sex blog, blog melayu sex, blogger sex melayu, blog melayu lucah, blog seks, bokep fatin melayu, melayuboleh blogsport, VIDEO LUCAH BLOGGER, melayu boleh sex tudung, blog video seks, blogger lucah, melayu boleh blogsport

awek 14 July 02: lucah tudung seksi cun tetek bontot melayu skodeng pantat seks

$
0
0

Koleksi gambar awek bogel, melayu bogel, tudung bogel, skodeng awek lucah, tayang tetek dan cipap

Gambar Bogel awek 14 July 02: lucah tudung seksi cun tetek bontot melayu skodeng pantat seks   Melayu Boleh.Com Gambar Bogel awek 14 July 02: lucah tudung seksi cun tetek bontot melayu skodeng pantat seks   Melayu Boleh.Com Gambar Bogel awek 14 July 02: lucah tudung seksi cun tetek bontot melayu skodeng pantat seks   Melayu Boleh.Com Gambar Bogel awek 14 July 02: lucah tudung seksi cun tetek bontot melayu skodeng pantat seks   Melayu Boleh.Com Gambar Bogel awek 14 July 02: lucah tudung seksi cun tetek bontot melayu skodeng pantat seks   Melayu Boleh.Com Gambar Bogel awek 14 July 02: lucah tudung seksi cun tetek bontot melayu skodeng pantat seks   Melayu Boleh.Com Gambar Bogel awek 14 July 02: lucah tudung seksi cun tetek bontot melayu skodeng pantat seks   Melayu Boleh.Com Gambar Bogel awek 14 July 02: lucah tudung seksi cun tetek bontot melayu skodeng pantat seks   Melayu Boleh.Com Gambar Bogel awek 14 July 02: lucah tudung seksi cun tetek bontot melayu skodeng pantat seks   Melayu Boleh.Com Gambar Bogel awek 14 July 02: lucah tudung seksi cun tetek bontot melayu skodeng pantat seks   Melayu Boleh.Com

fotol cerita sekoden, bontot seksi, melayu main bontot, pantat awek, gambar bontot, gambar bontot awek melayu, pantat awek cun, awek bontot, pepek cun, punggung melayu, Foto main bontot, bontot melayu, awek punggung seksi, punggung awek, foto bogel gadis melayu, bontot, pantat cun, sex pepek jurmuk malayu, gambar main bontot, gambar punggung awek melayu

Kisah Noor 4

$
0
0

Koleksi cerita lucah, kisah lucah, kisah sex, baca lucah, majalah lucah melayu terbaek

Gambar Bogel Kisah Noor 4   Melayu Boleh.Com

Tiba-tiba Niza tersedar dari tidurnya apabila mendengar emaknya menjerit. Dia bangun dan berjalan keluar ke arah bilik tidur emaknya. Dari pintu yang tidak tertutup rapat dia dapat melihat abahnya duduk di katil sedang bermain dengan punainya sendiri sedangkan emaknya berada di antara dua orang rakan abahnya terhenjut-henjut. Dia dapat melihat punai rakan abah sedang tenggelam timbul dalam fefet dan bontot emaknya. Kesemua mereka tidak berbaju. Mereka berbogel saja.

Lama Niza berdiri kemudian di berjalan masuk mendapatkan abahnya. Masa tu emaknya sedang tunduk keleher rakan abahnya dibawahnya.

Jaafar sedar kedatangan anak sulungnya itu. Dia melambaikan tangan supaya menghampirinya.

“Emak buat apa tu bah?” tanya Niza dengan suara yang perlahan.

Jaafar memeluk tubuh Niza sambil mencium kepala anaknya.

“Emak sedang main kuda” jawab Jaafar menyebabkan Nor mengangkat kepalanya.

Nor terkejut melihat anaknya berdiri di depannya melihat dia disetubuhi oleh orang lain, malahan bukan itu sahaja dia disetubuhi oleh dua orang serentak pulak tu.

Niza melihat muka emaknya merah dan berpeluh-peluh “Sakit ke mak main kuda?” tanya Niza.

“Abangggg…..Tak Za tak sakit tapi sedap sangat” Nor cuba kawal dirinya.”Abang bawaklah Niza pergi tidur”

“Ala biarlah dia tengok, apa salahnya” Jawab Jaafar.

“Tak eloklah bang….Niza pergi tudur ye sayang”

“Kenapa Niza tak boleh tengok ke mak” tanya Niza lagi.

“Tak elok lah sayang..ini permainan orang tua saja”

Raja dan Siva terus saja dengan tugas mereka malahan makin bersemangat pulak.

“Abang !!!! bawaklah Niza tidur……Ohhhh emmm!!!” Nor cuba nak kawal keghairahan klimeksnya tapi jolokan Raja dan Siva terlalu nikmat untuk dinafikan sehingga dia mencapai klimeks untuk sekian kalinya “Ahhhhhh!!!!!!!!”sambil menyembamkan mukanya ke bantal sebelah kepala Siva.Badan Nor terhinggut-hinggut menahan nikmat, pahanya bergetar.Siva dapat merasakan kehangatan klimeks Nor membasahi balaknya yang ditunjahnya sedalam mungkin dalam cipap yang mengemut-ngemut bagai meramas balaknya.

Jaafar mendokong anaknya ke bilik sebelah. Mata Niza masih memerhati kearah maknya yang masih lagi bermain kuda.

“Abang juga kena tidur macam adik” Bisik Jaafar kepada Niza.

“Kenapa abang tak boleh tengok mak main kuda?” tanya Niza

“Itu ..orang tua saja main..nanti Niza dah dewasa Niza pun boleh main kuda macam tu..tapi sekarang Niza kena tidur dulu”

Jaafar menidurkan Niza.

Dibilik tidur utama Siva dan Raja kian rancak menjolok kedua-dua lubang Nor. “Dei Raja kasi aku rasa itu bontot jugalah” Pinta Siva.

‘Chit kau ni…aku sudah dekat mau pancut juga”

Nor menoleh ke belakang “ Sudah lah Raja bagi dia rasa sama” sambil tangannya menolak Raja.

Raja mengalah lalu mencabut balaknya dari lobang bontot Nor. Dengan lemah Nor juga mencabut balak Siva yang basah berlendir dari cipapnya. Siva masih lagi terlentang. Nor berpusing mengadap ke kaki Siva lalu duduk perlahan-lahan menghalakan balak Siva yang panjang ke bontotnya.

“Ahh!!!” Keluh Nor lalu terlentang di atas dada Siva. Siva menggerakkan ponggongnya ke atas supaya balaknya dapat meneroka bontot Nor dengan lebih dalam lagi.

Raja membuka kangkang Nor. Dia dapat melihat dengan jelas balak hitam Siva tenggelam dalam bontot Nor yang kelihatan terkemut-kemut mengemut balak Siva.

“Best gila ini bontot, macam mahu putus aku punya batang” Komen Siva.

Ketika Raja mahu memasukkan balaknya ke cipap, Nor menahannya “Pergi basuh dulu” pinta Nor.

Raja berdengus lalu turun dari katil menuju ke bilik air. Tak lama lepas itu Raja naik semula ke katil mula menghalakan balaknya yang besar ke cipap Nor.

“Ahhhhh Raja emmmm sedapnya”Keluh Nor.

Jaafar masuk semula ke bilik tidurnya selepas anaknya lena semula. Ketika itu dia sempat melihat rakan-rakannya mengganas menjolok lobang isterinya dengan suara isterinya mengerang dengan nada yang semakin meninggi.

Katika itu Jaafar nampak dengan jelas kedua-dua balak hitam yang menyetubuhi isterinya tenggelam habis dalam cipap dan bontotnya.

Selang beberapa ketika isterinya terlentang terkulai di atas dada Siva. Tangan Siva masih lagi meramas-ramas buah dada Nor. Air maninya meleleh keluar dari cipap Nor yang masih lagi sedikit ternganga.

Raja mencabut balaknya lalu terlentang di sisi Siva. Balaknya yang besar melentok di atas pahanya.berlendir dengan air maninya bercampur dengan air cipap Nor.

Perlahan-lahan Nor bangun mencabut balak Siva dari duburnya kemudian dia turun dari katil dan terus kebilik air dengan langkah yang longlai.

“best gila” hujah Siva.

“I agree with you my man..I agree with you” tambah Raja. Jaafar tersengeh melihat kawan-kawannya yang keletihan memuji kehebatan isterinya.

Apabila Nor keluar dari bilik air di dapati tiada siapa berada di dalam bilik tidurnya. Hidungnya cepat tercium bau air mani dari atas katilnya. Dia tak ambil pusing tentang itu. Dai menyikat rambutnya dan mengenakan baju kelawar tanpa mengenakan pakaian dalam lagi.

“awak semua nak kopi?” tanya Nor kepada tiga lelaki yang sedang lepak di atas sofa. Ketiga-tiga mereka masih berbogel.

“Abang dah panaskan airnya tu” jelas Jaafar.

Selepas menghidangkan kopi panas Nor duduk di sebelah Jaafar.

“Apa macam Nor best tak tadi?” tanya Raja. Nor melihat balak kulup Raja berjuntai masih lagi kelihatan agak besar.

“Best tu bestlah tapi letih lah Nor” jawab Nor sambil menghidup kopi. “Raja rasa best tak?”

“Best tapi tak dapat pancut dalam Nor punya ass”jawab Raja.

“Raja ni kaki bontot betul” jawab Nor tangannya membelai balak suaminya.

“Ye lah asyik Siva saja yang dapat” jawab Raja sambil minum kopi.

Siva bersandar keletihan “ Ala jangan cakap itu macamlah bro…itu sudah rezki…betul tak Nor”

Nor dan Jaafar tersengeh saja.

“Jom lah bang kita tidur, layan dia orang berdua ni bila nak habis” Nor menarik suaminya ke bilik tidur.

Jaafar tidak menggangu Nor malam tu. Mereka tidur dengan nyenyak sampai pagi.

Semasa sarapan Raja masih lagi mengenakan Nor “Nor macam mana kalau pagi ni?”

“Apa pagi ni?” tanya Nor sambil menyuapkan makanan ke mulut Nazim.

“Aala malam tadi punya hal lah …asyik Siva saja dapat”

“Dia nak bontot sayanglah tu” Jelas Jaafar.

“Eh Raja ni..tak habis lagi…ingatkan dah selesai, kan malam tadi dah dapat rasa” jawab Nor

“Rasa saja….tak pancut itu dalam punya”

“Tak mau lah Nor” jawab Nor sambil menyuap mee goreng ke mulutnya.

“Ala Nor bagi sajalah, nanti Raja kumpunan dalam perjalanan nak balik pagi ni” saran Jaafar.

“Ish abang ni…teruk Nor tau”

Raja bangun lalu menghampiri Nor “Sekijap saja Nor”

Nor merenung ke arah Raja dan berpaling ke arah Jaafar. Jaafar menganggukkan kepalanya memberikan dorongan.

“Sekejap je tau” Nor bagaikan memberikan amaran kepada Raja.

“Yalah sikijap saja” Tangan Raja mula memimpin tangan Nor.

“Abang tengok Nazim tu” pesannya kepada Jaafar.

“Mak nak ke mana?” tanya Niza

“Mak ada hal dengan uncle dalam bilik…errr nak baiki paip tersumbat” Jawab Nor pada Niza. “Niza terus makan ye”

Nor terus sahaja kunci bilik tidurnya takut anak-anaknya masuk mengganggu kerjanya dengan Raja.

Raja meramas-ramas ponggong Nor. Nor berpaling, dilihatnya Raja sudah pun tidak berseluar lagi.”Cepatnya…gian sangat ke?” tanya Nor.

“Takut Nor ubah pikiran” jawabnya sambil merocoh balaknya sendiri menjadi lebih keras.

Nor melurutkan seluar jeans yang dipakainya dan membiarkan T-shirt pendeknya. Lalu melangkah ke katil. Dia mengambil kedudukan menonggeng. Raja datang dari belakang lalu menyuakan kepala balaknya ke mula cipap Nor. Sekejap saja cipapnya menjadi basah lalu Raja menekan ke dalam cipap yang menanti.

“Ohhhh Rajaaaa” Nor menoleh ke belakang. Raja menghayun dengan tempo yang pelahan. Selepas lima minit menghayun Raja berhenti lalu mencabut balaknya dan menyuakan ke lobang anus. Nor menghulurkan botol baby Johnson.

Raja melumurkan minyak pada batang balaknya dan mencurahkan sedikit pada mulut anus Nor. Raja lalu menekan balaknya ke lobang anus Nor.

“Aghhh!!! Uuuuughhh! Perlahan duluuuuuu!!!!” keluh Nor apabila lubang anusnya dirasai mula di trokai oleh balak Raja.

“Ahhhh!!! Ahh!! Ahhhh!” terdengar suara Nor sampai ke telinga mereka yang berada di meja makan.

“Aku rasa paip aku pun nak tersumbat juga ni” kata Siva pada Jaafar.

Jaafar senyum saja. “Paip kau tu memang selalu tersumbat”

“Paip tersumbat tu apa abah?” tanya Niza.

“Itu paip bilik air…tu air dia payah nak keluar..kena baiki” Jawab Jaafar.

Nor menggigit bibirnya menahan tunjahan Raja yang kian laju.sebelah tangannya bermain dengan kelentitnya dari bawah bagi menambah kenikmatan dirinya. Dia ingin klimeks.

“Siapa nak tonton ipin dan upin?” tanya Jaafar pada anak-anaknya.

“Niza nak!” jerit Niza.Nazim cuma melompat-lompat menyokong abangnya

“Aghhhhh!!!!!!!”jerit Nor dalam bilik. Raja memancutkan maninya dalam dubur Nor melepaskan hajatnya yang dipendamkan sejak malam tadi lagi diringai dengan keluhan “Ahhhhh!!!!” yang kuat.

Jaafar duduk bersandar sambil meletakkan Nazim disebelah abangnya. Pintu bilik terbuka. Tersembul Raja sambil mengemaskan tali pinggang seluarnya.

“Par..aku pulak?”Tanya Siva.

Jaafar cuma memberi ok dengan menggerakkan kepalanya saja.

Raja duduk keletihan disebelah Jaafar.Mukanya masih berpeluh.

“Apa macam? Dah OK ke paip kau?”Tanya Jaafar.

“Best gila” jawab Raja.

Pintu bilik tertutup dan beberapa ketika terengar suara Nor mengeluh “Ohhhh !!!!emmmmmph!”

Jaafar melihat jam tangannya.

Siva menghayun balaknya dengan laju. Nor mengepit kakinya ke pinggang Siva.

“Oooooooohhhhhh!!!!!! Siva I’mmmmmm cummmmmingg!!!!!!” Jerit Nor.

“Yeahhhhh!!!!I’m cummingggggg tooooooo!!!!!”Keluh Siva.

“Augh!Augh!!” keluh Nor menerima pancutan Siva yang berdecut-decut jauh ke dalam rahimnya.

Siva tertiarap atas tubuh Nor. Perlahan-lahan Nor menjatuhkan kakinya ke sisi.Siva membiarkan balak panjangnya terendam dalam cipap Nor buat beberapa ketika sambil menarik nafas panjang-panjang.

Sambil bertongkat siku, Siva turun dari tubuh Nor sambil sebelah tangannya membelai buah dada Nor yang mekar.T shirt yang dipakai Nor tadi memang dah tercampak entak kemana.

“Thank you Nor.That was the best”Puji Siva sambil mengucup bibir Nor.

Tangan Nor menjalar mencari balak Siva yang masih lagi panjang walau pun lembik.

“You punya panjang” Ulas Nor.

“Bila I boleh rasa you lagi?”Tanya Siva.

“Bila-bila you drop by, dengan izin Jaafar, I akan kangkang untuk you”sambil Nor mencuit hidung Siva yang mancung.

Pintu bilik terbuka Siva keluar dengan senyum manis walau pun keletihan.

“Alo kawan aku ingat kau tak nak balik” perli Raja. Dia dah bersedia dengan beg pakaiannyanya dan beg kepunyaan Siva.

Jaafar bersegera masuk ke bilik untuk bertukar pakaian sebab hendak menghantar Raja dan Siva ke lapangan terbang.

Ketika dia masuk Nor masih lagi terkangkang. Air mani kelihatan melekit di cipapnya dan di bontotnya. Perlahan-lahan Nor bangun mencapai sarung lalu berkembang.

“Sayang tak nak hantar dia orang ke airport?”Tanya Jaafar.

“Tak laratlah bang, badan pun rasa melekit, Nor kena mandi, abang sajalah yang pergi”

Nor keluar bilik setelah membetulkan rambutnya dan menyarungkan Tshirt yang dipakainya tadi tanpa bra dan penties. Dilihat anak-anaknya masih lagi asyik menonton.

Tergesa-gesa Jaafar keluar “Jom” kata Jaafar kepada dua kawannya.

Nor menghantar mereka ke pintu.

Raja memeluk Nor “Thank you, your butt is the greatest” sambil tangannya meramas ponggong Nor.

“Your sperm is still hot inside there” jawab Nor.

Siva juga memeluk Nor ”terima kasih Nor”

“Take care, Nor akan kangkang untuk you bila-bila masa” bisik Nor.

“Nazim, Niza…mari salam uncle, uncle dah nak balik” ajak Nor.

Budak-budak tu berlari ke arah Raja dan Siva.

“Uncle dah baiki paip ke” Tanya Niza pada Raja

“Dah…air dah keluar dah” jawab Raja sambil mendokong Niza.

Niza memegang tangan Siva “Nanti uncle datang lagi ke main kuda dengan mak?”

“Kalau uncle ada masa uncle datang, OK” jawab Siva.Muka Nor tiba-tiba menjadi merah.

“Dah uncle nak pergi tu, bye bye pada uncle” Nor mengambil Niza dari dokongan Raja.Sekali lagi Raja meramas bontot Nor.

“bye bye uncle” sambil melambai tangan masing-masing.

Kereta Jaafar berderu menghilang dari pandangan. Nor mengunci pintu. Nazim dan Niza meneruskan menonton. Nor menikmati air panas mandi membersihkan rasa melekit pada tubuhnya khususnya di antara dua pahanya.

Dia masih lagi ghairah walau pun dalam sehari dua ni dia telah mendapat lebih daripada sepatutnya dapat dari lelaki.Kalau boleh dia nak lagi…..

cte sex cina dgn melayu, Kisah noor melayu sex

awek amoi bogel

$
0
0

Gambar Bogel awek amoi bogel   Melayu Boleh.Com

Melayu-Boleh.Com - Gambar Bogel awek amoi bogel. Himpunan koleksi gambar awek melayu bogel lucah nakal. Tunjuk pepek dan puting tetek.

amoi bogel, amoi seksi, gambar amoi bogel, cina bogel, cerita lucah amoi, gambar bogel amoi cina, Gambar bogel cina, Gambar amoi, AMOIBOGEL, gambar amoi seksi, gambar cina bogel, amoi cina bogel, cerita lucah cina, cerita sex amoi, amoi seks, gambar bogel gadis cina, gambaramoi com, amoi bogel com, pepek awek cun, gambar burit cina

Wife Crazy Sex Maniac

$
0
0

Video Lucah : Wife Crazy Sex Maniac - Koleksi Video Lucah, Video Seks, Melayu Sex, Adult Video, Video Melayu Lucah, Klip Lucah

Gambar Bogel Wife Crazy Sex Maniac   Melayu Boleh.Com

Lucah Melayu Bogel, jahda melayu gila sex lucah, melayu video sex con, www malay widow seks com, videos sex janda muda tudung, awek melayu gila seks, sex maniac melayu, video lucah crazy, cerita sex melayu kongsi isteri, gadis tudung gila sex, Hospital Sexs melayu, koleksi video gadis gila seks, gadis gila sexx, gadis gila sex sex melayu, gadis gila sex cerita, gadis gila sex, crezy sex video, cazy melayu, awex tudung gila sexxx, awek tudung gila sex

Janda Suka Sex

$
0
0

Video Lucah : Janda Suka Sex - Koleksi Video Lucah, Video Seks, Melayu Sex, Adult Video, Video Melayu Lucah, Klip Lucah

Gambar Bogel Janda Suka Sex   Melayu Boleh.Com

janda suka Sex, buritbesar, sukasex, sex malay burit besar, video burit besar, burit melayu besar, indone sex burit besar, burit basar, pidio sex melayu tetek besar, burit melayu sex, burit janda besar, janda suka bogel, suka sex, suke video sex, Koleksi burit2 melaya janda dam awek2 terlampau, burit besar sexx, suka sex melayu, melayu malaysia suka sex, burit besar melayu, sexburit

Hurry Up

$
0
0

Video Lucah : Hurry Up - Koleksi Video Lucah, Video Seks, Melayu Sex, Adult Video, Video Melayu Lucah, Klip Lucah

Gambar Bogel Hurry Up   Melayu Boleh.Com

Kak Ros Janda Part 3

$
0
0

Koleksi cerita lucah, kisah lucah, kisah sex, baca lucah, majalah lucah melayu terbaek

Gambar Bogel Kak Ros Janda Part 3   Melayu Boleh.Com

"Razlan pun macam Ros juga, dah lama sangat menunggu peluang semacam ni Ros, cuma takut-takut je nak mintak." Bisik balas aku kepada Kak Ros untuk membangkitkan lagi kehangatan suasana.
"Kalau macam itu, sekarang kita berdua dah dapat satu sama lain, jangan sia-siakan peluang yang ada ni sayang. Ros dah tak sabar lagi sayang."

Balas semula Kak Ros sambil tangannya mengangkat kedua tanganku dan diletakkan dibahagian teteknya semula. Kak Ros mahu teteknya diramas-ramas oleh aku seperti mana yang aku lakukan tadi. Desahan dan erangan Kak Ros kembali menguasai gegendang telinga aku kini.

Aku membetulkan kedudukanku sambil merebahkan Kak Ros di atas katil. Aku duduk di sebelah kanan Kak Ros yang matanya masih terpejam khayal. Aku tatap sepuas-puasnya tetek Kak Ros yang sederhana besar itu dan yang selama ini terlalu aku idamkan. Kedua-dua tetek Kak Ros masih lagi segar mekar tergantung megah di dadanya. Masih indah seperti anak dara rupanya.

Sambil itu kedua-dua tanganku masih terus merayap dan meramas-ramas lembut teteknya. Sesekali rayapan dan ramasan aku diselangi dengan gentelan ke arah puting teteknya yang merah kehitaman itu. Kak Ros terus mendesah sambil sesekali melentingkan badannya menahan kenikmatan permainan tangan dan jari aku.

Setelah beberapa minit berkeadaan begitu, tangan kanan aku perlahan-lahan turun ke lembah nikmatnya. Tangan kiri aku masih meneruskan aksi-aksi di bahagian teteknya sementara tangan sebelah lagi membelai dan menggosok-gosok mesra daerah lembah nikmat Kak Ros. Kak Ros masih seperti tadi lagi, terpejam matanya sambil mengerang dan mendesah dengan penuh nikmat. Tiada sebarang halangan untuk aku meneruskan aksi-aksi yang seterusnya.

Aku menanggalkan butang dan zip seluar Kak Ros dan seterusnya menanggalkan terus seluar itu perlahan-lahan. Kini tubuh Kak Ros hanya ditutupi dengan seluar dalamnya yang nipis sahaja. Aku dapati seluar dalam Kak Ros kini telah habis basah dengan air mazinya. Aku terus mengusap-usap dan membelai-belai mesra bahagian yang basah itu.

Kak Ros terus mengerang manja dengan tangan kanannya kini sudah mula merayap-rayap di bahagian luar batang nikmat aku sambil tangan kirinya meremas-remas kain cadar tilam. Dengan lentingan dan erangan-erangan yang benar-benar mengasyikkan aku, Kak Ros kini berada dalam keadaan yang amat menggiurkan sekali. Kini aku menanggalkan pula seluar dalam Kak Ros.

Maka, dengan cahaya kesiangan yang hanya dilindungi langsir bilik aku, aku dapat melihat dengan sejelas-jelasnya tubuh bogel Kak Ros. Tubuh yang selama ini hanya menjadi objek dan bayangan masturbasi aku kini sudah berada betul-betul di hadapan mataku tanpa seurat benang pun dan dengan penuh kerelaannya, sedia untuk diterokai dan dijelajahi sebebasnya oleh aku.

Tubuhnya yang berkulit putih, bersih dan gebu itu membuatkan aku terlalu asyik menatapnya dan merayapkan kedua-dua tanganku ke setiap inci tubuhnya itu. Walaupun hakikatnya Kak Ros adalah seorang janda yang beranak dua, namun aku rasakan Kak Ros bagaikan seorang anak dara yang masih suci tanpa belum pernah disentuhi lagi. Malah terus terang aku katakan bahawa bekas makwe aku yang lebih muda dari aku dulu pun tak sehebat Kak Ros.

Sambil membelai-belai mesra tubuh Kak Ros, aku masih lagi asyik menatap tubuh bogel yang mempunyai wajah yang cantik, berkulit putih lagi halus, tetek dengan putingnya yang masih lagi segar mekar, peha yang putih melepak serta gebu, perut yang masih belum timbul lagi tanda-tanda buncit, pinggangnya yang masih ramping dan lembah nikmatnya yang diselaputi bulu-bulu halus yang mana lurahnya masih lagi kemerah-merahan.

"Sayang, bukakan la seluar tu. Malu la Ros, bogel sorang-sorang je. Ros pun nak tengok dan pegang sayang punya." Kak Ros merengek-rengek meminta sambil tersenyum menggoda. Aku pun dengan tanpa rasa segan silu terus membukakan seluar aku sehingga kini kami berdua sudah bertelanjang bulat. Tiada seurat benang pun lagi yang membataskan penglihatan dan pergerakan kami berdua.

Aku duduk kembali ke posisi tadi. Kak Ros tersenyum ke arah aku sambil tangan kanannya terus menyambut sambil terus mengusap-usap mesra batang nikmat aku yang sedari tadi sudah terpacak tegak. Kini batang nikmat aku yang sedari tadi kelemasan di dalam seluar pendek aku sudah terlepas bebas sambil menanti masa untuk menemui sarungnya sebentar lagi. Batang nikmat aku benar-benar seronok kerana ia kini sedang dibelai dan diusap mesra oleh tangan-tangan halus yang selama ini hanya menjadi bayangan untuk dia memuntahkan air nikmatnya.

"Sayang.. Dasyatnya sayang punya pedang ni. Dah la panjang, besar dan keras pulak tu." Bisik Kak Ros tersenyum bahagia sambil tangannya menggenggam kuat batang nikmat aku.
Aku membalas senyuman Kak Ros sambil berkata, "Rasa-rasanya Ros boleh terima ke saiz Razlan punya ni. Agak-agak macamana? Sedap ke tak sedap saiz macam ni?"
"Selama ni yang Ros rasa kecil dari ni pun sedap.. Inikan pulak kalau saiz macam sayang punya ni, mesti la lagi sedap kan. Kalau nak sedap lagi kena buat lama-lama ye sayang?" Kata-kata Kak Ros seolah membandingkan saiz batang nikmat aku dengan bekas suaminya dulu.

Kak Ros kini menaruh harapan yang besar kepada aku dan aku berjanji untuk tidak mensia-siakan harapan Kak Ros yang tinggi menggunung itu. Perlahan-lahan aku menindih tubuh Kak Ros. Tangan kanan aku dan Kak Ros mula merangkul tengkuk pasangan masing-masing. Tangan kiri Kak Ros pula memeluk pinggang aku. Kini tetek Kak Ros melekap mesra di bahagian dada aku pula. Dada Kak Ros yang berombak kuat itu membuatkan teteknya menolak-nolak dada aku.

Muka kami saling bertemu kini sambil mata kami merenung lembut antara satu sama lain. Kak Ros tersenyum manja. Dia menutupkan matanya sambil mulutnya dibiarkan sedikit ternganga. Aku merapatkan bibir aku ke bibir Kak Ros yang masih bergincu merah menggoda. Perlahan-lahan aku menghulurkan lidah aku ke dalam mulut Kak Ros. Kak Ros menyambut huluran lidahku dengan penuh rela sambil terus mengulum-ngulum lidah aku.

Beberapa ketika kemudian mungkin kerana keletihan, Kak Ros berhenti mengulum lidah aku sementara aku belum menarik lagi lidahku keluar dari mulutnya. Aku terus memainkan lidahku bebas di dalam mulut Kak Ros sehingga dapat aku mencapai lelangitnya. Kak Ros lemas dalam kenikmatan sambil tangan kanannya masih kuat merangkul tengkuk aku. Lama kami dalam keadaan begitu dan sesekali Kak Ros pula menghulurkan lidahnya ke dalam mulut aku.

Kemudian aku melepaskan mulut aku dari mulut Kak Ros.

"Ouhh.." Kak Ros melepaskan keluhan nikmatnya.

Kini aku arahkan pula lidah dan mulut aku ke bahagian leher dan telinga Kak Ros. Ciuman, jilatan dan hisapan silih berganti aku lakukan di bahagian tersebut dengan penuh romantik. Kak Ros terus memejamkan matanya sambil tidak putus-putus mengerang, merengek dan mendesah penuh ghairah. Turun naik nafas Kak Ros kini sudah tidak teratur lagi.

Puas di daerah itu, aku turunkan badan aku perlahan-lahan dalam keadaan mulut aku masih terus melekap kuat ke bahagian-bahagian tubuh badan Kak Ros. Aku berhenti bila sampai di bahagian teteknya. Perlahan-lahan aku meramas-ramas kedua-dua belah tetek Kak Ros sambil aku merenung wajah Kak Ros. Kak Ros hanya tersenyum memandang aku sambil memejamkan semula matanya. Tangan Kak Ros membelai-belai mesra rambut aku.

Aku mula mencium tetek Kak Ros perlahan-lahan bermula dari bahagian pangkal hingga ke puncak yang mana terletak sebuah busut kecil yang bakal aku nyonyot dan aku gigit-gigit sebentar saja lagi. Ciuman aku teruskan keseluruh bahagian teteknya kiri dan kanan. Selesai mencium aku mula menyedut sambil menggigit-gigit perlahan pula kedua-dua belah tetek Kak Ros yang benar-benar membahagiakan aku pagi itu.

Kedua-dua tangan Kak Ros meremas kuat kepala dan rambut aku sambil badannya terangkat-angkat mengelinjang.

"Arghh.. Umphh.. Sayang.." Begitulah bunyi erangan dan rengekan manja Kak Ros yang tiada berpenghujung. Sampai sahaja mulutku di puting tetek Kak Ros, aku terus mencium-cium, mengulum-ngulum, menyedut-nyedut dan sesekali menggigit-gigit putingnya itu silih berganti, kiri dan kanan. Aku lakukan aksi-aksi itu di bahagian tetek Kak Ros dalam jangka masa yang lama sebab dah terlalu lama aku benar-benar geramkan bahagian itu. Kak Ros terus membiarkan perbuatan aku itu kerana mungkin dia juga benar-benar menikmatinya.

Setelah terlalu lama aku mengerjakan tetek Kak Ros dan setelah terlalu banyak bekas-bekas gigitan asmara yang aku tinggalkan di situ, aku turunkan lagi badan aku dalam keadaan merangkak sambil ciuman tetap aku teruskan di bahagian perut, pinggang dan pangkal pehanya.

"Urghh.. Arghh.. Sedapp.." Kak Ros meneruskan lagi rengekan-rengekannya yang benar-benar menggoda diselangi dengan kegelinjangan tubuh badannya.

Sampai di bahagian lembah nikmatnya, aku terhenti seketika. Aku angkatkan sedikit kedua-dua belah peha Kak Ros dan kini Kak Ros sudah mengangkangi aku. Aku melihat ke arah wajah Kak Ros dalam keadaan aku yang begitu. Tetek Kak Ros yang masih lagi terpacak tegak di dadanya sama seperti tadi, membuat wajah Kak Ros sedikit terlindung. Namun aku dapat melihat turun naik dada Kak Ros menandakan dia masih lagi khayal di alam kenikmatan sambil matanya masih lagi terpejam.

foto bogel malaysia, kak ros janda part 3, kak ros mengerang, kak rose cerita lucah, mana nak dapat link porno melayu

Siswi Terlampau

$
0
0

Video Lucah : Siswi Terlampau - Koleksi Video Lucah, Video Seks, Melayu Sex, Adult Video, Video Melayu Lucah, Klip Lucah

Gambar Bogel Siswi Terlampau   Melayu Boleh.Com

Awek Liar Part 4

$
0
0

Video Lucah : Awek Liar Part 4 - Koleksi Video Lucah, Video Seks, Melayu Sex, Adult Video, Video Melayu Lucah, Klip Lucah

Gambar Bogel Awek Liar Part 4   Melayu Boleh.Com

gambar budak malaysia telanjang

Aku Dan Atuk

$
0
0

Koleksi cerita lucah, kisah lucah, kisah sex, baca lucah, majalah lucah melayu terbaek

Gambar Bogel Aku Dan Atuk   Melayu Boleh.Com
Pada setiap hujung minggu aku pastinya berada bersama-sama atukku kerana kedua-dua ibu bapaku pergi berurusniaga. Aku memang suka berada bersama atuk. Atuk aku baik orangnya. Dia tak pernah marah kalau aku buat salah. Kalau aku dimarah ibu, atuk selalu membela aku. Kadang-kadang ibu aku kena marah kalau dia marahkan aku.

Nenek aku pula sudah tiada. Anak-anak atuk semua tinggal jauh-jauh. Atuk tinggal beesendirian. Jadi aku dan atuk sajalah dirumah. Ini telah menjadi kebiasaan berada dirumah bersama atuk setiap hujung minggu.

Nak dijadikan cerita pada lewat malam atuk memanggilku, aku fikirkan mungkin ada apa-apa hal. Dan aku pun terus mendapatkan atuk. Atuk hanya memakai kain pelikat. Dia tidak pakai baju. Atuk minta aku pecitkan kepalanya, katanya pening kepala. Jadi aku pun picitkanlah walaupun aku kurang bermaya dan rasa agak letih.

Setelah beberapa ketika, atuk cuba meraba pahaku. Pada mulanya aku menghalang atuk “Janganlah tuk..” Kataku cuba membantah tetapi tidak sungguh-sungguh kerana dia orang tua..

“Sikit aja… Bukan atuk nak sakitkan Ana…” Pujuk atuk.

“Gelilah atuk….” Kataku lagi.

Tetapi atuk teruskan jugak. Akhirnya aku biarkan kerana aku rasa atuk tidak akan memberhentikan tindakannya. Aku pun mula rasa sedap. Lama kelamaan aku semakin seronok. Aku terus biarkan atuk meraba pehaku sambil aku terus memicit kepalanya. Mataku aku rasa mula layu. Apabila aku membiarkan tangannya meneroka peha ku atuk semakin berani. Atuk terus menarik baju tidurku dan kebetulan aku tak pakai seluar dalam!. Maka terdedahlah kemaluanku yang bulunya masih nipis. Maklumlah aku ini baru berumur lima belas tahun. Baru tingkatan tiga. Atuk ambil peluang ini untuk menatap kemaluanku yang terdedah sepuas-puasnya. Lama kelamaan atuk bertambah berahi. Apabila nafsu berahi atuk semakin meningkat, ia terus memelukku.

Aku terkejut. Tetapi belum sempat aku bersuara atuk terus mengucup bibirku. Aku cuba menolak dada atuk. Atuk peluk aku makin kemas. Aku tidak upaya menolak atuk. Aku mula menyerah. Kemudian atuk aku rasa masukkan lidahnya dalam mulutku. Aku rasa lidah atuk menyentuh langit-langitku. Aku rasa sedap. Tidak pernah aku rasa sesedap ini. Akhirnya aku terus peluk atuk. Aku macam tidak mahu atuk menarik lidahnya. Sungguh sedap bila lidah atuk bermain dalam mulutku.

Apabila aku memeluknya, atuk mula meraba buah dadaku. Lidahnya masih lagi mengusik mulutku. Malam itu aku tidak pakai coli. Buah dadaku pun belum begitu besar. Jadi buah dadaku berada dalam genggaman atuk sepenuhnya. Aku rasa tangan atuk mula meramas buah dada kananku dari luar baju tidurku. Inilah pertama kali buah dadaku diusik tangan lelaki. Sedapnya bukan main lagi. Aku paut datuk semakin erat. Aku semakin menyukai tindakan atuk keatas diriku.Atuk macam mengerti. Bibirku dilepaskannya. Mata atuk tertumpu pada dadaku. “Lucut baju.” Kata atuk.

“Atuk lucutkanlah.” Aku mula bermanja.

Atuk senyum. Atuk selak baju tidurku. Kemudian dia tarik ke atas. Aku angkat tangan keatas untuk memudahkan tugas atuk. Bajuku sudah terpisah dari badanku. Aku berbogel. Pertama kali aku berbogel depan lelaki. Tetapi aku tidak rasa malu. Mungkin kerana lelaki ini datukku. Atau mungkin kerana aku mula menyukai perbuatan atuk. Apabila aku sudah berbogel aku tengok atuk merenung tubuhku macam singa merenung mangsanya. Matanya tidak berkelip. Habis seluruh tubuhku dijelajahi oleh mata atuk.

“Atuk kenapa tak lucut kain tu?” Aku berkata setelah orang tua ini menatap tubuhku.

“Ana nak tengok ke atuk telanjang?” Tanya atuk sambil tersengeh.

“Mestilah. Kalau atuk boleh tengok Ana telanjang, Ana pun nak tengok atuk telanjang.” Kataku sambil membuka gulungan kain pelikat datukku. Dia tidak membantah. Bila kainnya terlucut aku nampak ada benda panjang berdiri tegak dicelah kelengkangnya. Inilah pertama kali aku melihat benda itu. “Besarnya tuk….” Kataku lalu memegang benda itu. “Keras…” Bisikku.

Atuk peluk aku semula. Tanganku masih memegang benda atuk. Atuk mula cium pipiku. Kemudian leherku. Kemudian dadaku. Aku rasa sedap. Aku pejamkan mata untuk menghayati rasa sedap itu. Tiba-tiba aku rasa ada benda yang basah menyentuh puting buah dadaku. Aku buka mata. Aku lihat atuk sedang menjilat putting buah dadaku. Rasa geli ada. Rasa sedap pun ada. Kemudian atuk hisap putingku. Aku rasa makin geli. Makin sedap. Tanpa ku sedari aku mula ketawa kegelian dan kesedapan sambil menggeliat. Apabila aku menggeliat atuk peluk aku semakin erat. Takut putingku terlepas dari hisapannya. Setelah puas hisap putting kanan, atuk hisap pula putting kiri.

Aku semakin kuat menggeliat. Aku tak tahan. Aku tolak kepala atuk. Aruk macam faham. Putting buah dadaku dia tidak hisap lagi. Tetapi atuk tidak diam diri. Dia jelajah pula ke perutku. Kemudian ke pusatku. Kemudian ke ari-ariku. Kemudian ke celah kelengkangku. Tiba-tiba aku terkejut. Atuk jilat tempat kencingku. Aku tak sangka tempat kencingku pun atuk nak jilat. Bila lidah atuk menyentuh tempat kencingku aku mula rasa sedap. Rasa sedap yang belum pernah aku rasa. Rasa sedap yang tidak boleh diceritakan. Tidak boleh digambarkan. Inilah pertama kali rasa begitu sedap. Lebih sedap dari rasa putting dihiasp. Rasa sedap ini mendorongku mengeluarkan suara yang tidak keruan. Rasa sedap ini menyebabkan nafasku turun naki dengan kecang. Aku kepit kepala atuk dengan kedua-dua pehaku. Aku paut kepala katil sambil mengeluarkan suara yang aku tidak faham maknanya. Tiba-tiba aku rasa sedap yang amat sangat sehingga akhirnya macam ada air yang terpancut dari tempat kencingku. Dan atuk terus menjilat air itu. Entah apa rasanya hanya atuk yang tahu.

Selepas menjilat tempat kencingku atuk melutut dicelah kelengkangku. Kemudian atuk kangkangkan peha dan ia masukkan batangnya ke lubang tempat kencingku.

“Aw! sakit atuk” Itulah yang aku jeritkan apabila batang atuk mula-mula masuk ke dalam tempat kencingku kerana aku rasa perit.

Atuk cuba tenangkan aku “Tak pa, nanti-nanti tak sakit laa…” Kata atuk sambil mencium pipiku. Kemudian atuk kucup bibirku. Aku sambut bibir atuk dan terus peluk tubuh atuk. Semasa lidah atuk bermain dalam mulutku aku lupa sekejap rasa sakit pada tempat kencingku.

Ketika bibirku dikucup atuk aku dapat rasa batang atuk mula bergerak perlahan-lahan dalam lubang kencingku. Rasa sakit timbul lagi. Aku paut atuk semakin kuat. Atuk terus kucup bibir aku. Atuk terus gerakkan batangnya dalam tempat kencingku lagi. Lama-lama rasa sakit itu hilang. Aku mula rasa sedap.Walaupun umur atuk telah menjakau 70 tahun, tapi ia amat bertenaga dan sangat banyak pengalaman. Secara perlahan-lahan atuk menggerakkan batangnya ke dalam pantatku.Aku biarkan atuk sorong tarik. Aku menghayati rasa lazat yang belum pernah aku nekmati selama ini. Aku paut atuk kuat-kuat. Aku pejamkan mataku. Mulutku mula mengeluarkan bunyi yang mengghairahkan. Aku tercungap-cungap. Nafasku turun naik dengan pantas. Tiba-tiba aku rasa paling sedap. Aku menjerit halus. Aku paut atuk kuat-kuat. Aku rasa ada air keluar dari lubang pantatku. Ketika air itu keluarlah aku rasa paling sedap.

Atuk masih ligat menyorong dan menarik batangnya dalam pantatku. Aku rasa sedap lagi. Aku mula tak menentu. Kejap-kejap aku peluk atuk. Kejap-kejap aku paut kepala katil. Kejap-kejap aku cengkam tilam atuk. Aku berasa sungguh nekmat. Dan sekali lagi aku rasa ada air keluar dari lubang pantatku air itu sungguh lazat. Lubang pantatku semakin becak. Atuk semakin rancak. Aku entah berapa sampai kepuncak. Dan lebih kurang satu jam setengah atuk kuatkan sorong tarik dan terus 'zhuss' atuk lepas air nikmat dalam pantatku. Air itu pekat dan hangat. Aku berasa seperti diawang-awang buat beberapa saat. Kemudian aku terkulai. Batang atuk masih berendam dalam lubang pantatku. Batang itu mula mengecut dan kemudian terkeluar dari lubang pantatku.

Apabila aku kembali bertenaga aku bangkit. Ketika aku bangkit atuk berpesan jangan kasi tau sapa-sapa, aku cuma mengangguk saja dan dalam keadaan lemah aku terus ke bilikku. Semasa aku berjalan kebilikku ada air meleleh ke pehaku warna putih pekat danbercampur merah. Aku ke bilik air, buang air kecil. Mula-mulasakit bila pantatku terkena air kencing dan sekali saja habis air kencing ku keluar, mungkin pantatku dah koyak.

Aku terus tidur dan oleh kerana aku kepanasan aku tidur tanpa mengenakan pakaian. Apabila aku terjaga atukku berada diatas badanku. 'Sekali lagi' katanya dan aku terus membiarkannya atukku teruskan permainannya. Kali ini barulah aku terasa betapa syoknya. Aku melayan atuk dengan rakus dan ganas sekali. Permainan kali ini lebih lama. Hampir dua jam aku dikerjakan atuk. Dan aku rasa sungguh sedap. Atuk aku ini memang hebat orangnya. Dan atuk mengerjakan pantatku sebanyak empat kali pada malam itu. Terasa bertapa nikmatnya, syok ooooo.

Cerita sex melayu ex boyfriend isteriku nizam, fotocipap@cipapmelayu, www lucah atuk

Awek Dia Real Horny

$
0
0

Video Lucah : Awek Dia Real Horny - Koleksi Video Lucah, Video Seks, Melayu Sex, Adult Video, Video Melayu Lucah, Klip Lucah

Gambar Bogel Awek Dia Real Horny   Melayu Boleh.Com

horny trip, hornytrip, awek indon dia bogel, awek horny, horny melayu, lucah bontot, horny trip melayu, www hornytrip com, www horny trip, awek melayu horny, malayu horny, melayu boleh horny, hornytrip malay, awek horny melayu boleh, hornytrip dusun sex, horny trip budak melayu, gambar perumpuan malayu bogel, www hornytrip, video seks melayu horny, awek melayu hornytrip

Aizah sayang kamu !

$
0
0

Koleksi gambar bogel, awek bogel, melayu lucah, gadis nakal, telanjang tetek

Gambar Bogel Aizah sayang kamu !   Melayu Boleh.Com Gambar Bogel Aizah sayang kamu !   Melayu Boleh.Com Gambar Bogel Aizah sayang kamu !   Melayu Boleh.Com Gambar Bogel Aizah sayang kamu !   Melayu Boleh.Com Gambar Bogel Aizah sayang kamu !   Melayu Boleh.Com Gambar Bogel Aizah sayang kamu !   Melayu Boleh.Com

sayang bogel, bogel mobile, gambar bogel sayang, bogel sayang, sayang awek, melayu nakal mobi, awek sayang, mobile awek cun, Gambar lucah sayang, awek bogel mobile, sayang bogel sex, melayuboleh mobi, sayang melayu bogel sex, gambar bogel melentik, awek tudung tetek gebu bogel, sex sayang bogel, sayang tetek bogel, www melayuboleh mobi com, mobile bogel, awek mobile

Seks dengan sepupuku Alin

$
0
0


Alin, sepupuku yang lapan tahun lebih muda dariku. Memang sejak dia kecil aku rapat dengan Alin. Memandangkan aku anak bongsu, aku anggap dia seperti adikku.

Ada satu keistimewaan yang ada bagi diri Alin menyebabkan aku lebih rapat dengannya daripada sepupu-sepupuku yang lain. Aku selalu bermalam di rumah Uncle Noor dan Untie Ha (ibubapa Alin) ketika cuti sekolah dan akan tidur sebilik dengan anak-anak mereka, Iz anak lelaki sulung, Nis anak perempuan kedua dan Alin anak perempuan bongsu mereka.

Setiap kali aku ke sana, Alin yang masih keanak-anakan akan mahu tidur bersama aku. Pada mulanya aku tidak merasakan apa-apa, tapi setelah mula meningkat remaja, terasa kelainan apabila Alin tidur sambil memeluk aku.

Sejak dari dulu lagi kami gemar bergurau.Kami sering cuit-menyuit dan geletik-mengeletik sesami kami. Panggilan sayang telah menjadi lumrah. Memberi ciuman di pipi sudah menjadi kebiasaan. Sesekali kami bercium mulut ke mulut. Tapi itupun 'only a quick one'.

Dalam keadaan bergurau, kadang-kadang Alin duduk d atas badan aku, atau lebih tepat duduk di atas kemaluan aku yang hanya memakai kain pelekat. Bila aku mula terangsang dan terasa ada yang mengeras, aku cuba mengalihkan Alin dari kedudukannya.

Namun seringkali Alin akan cepat memegang tanganku dan mengepit pinggangku dengan kakinya. Dia cuma akan merenungku sambil tersenyum manja dan nakal bila aku minta dia beralih. Aku binggung memikirkan sama ada Alin melakukan ini semua dengan sengaja.

Apabila Alin berumur 10 tahun, keluarga Alin berpindah ke rumah baru dan Alin mendapat bilik tidurnya sendiri, siap dengan bilik airnya sekali. Apabila bertandang ke rumah mereka, Alin akan merengek nak tidur bersama aku. Aku cuba berdalih kerana bimbang Uncle Noor dan Untie Ha marah. Tapi mereka buat tak tahu aje.

Apabila aku mengalah, Alin akan tersenyum girang. Kami tidur sebantal kerana Alin hendak tidur dipeluk. Alin akan meminta aku menepuknya bila hendak tidur. Mulanya aku menepuk punggung Alin yang mula bergelar dara sunti itu. Bila darahku mula bergelora, aku mula mengusap lembut punggungnya.

Alin membuka mata sambil tersenyum. Dia mencium pipiku pula. Aku tahu dia senang dengan apa yang aku sedang lakukan padanya. Sesekali aku meramas punggung Alin. Dia seperti kegelian tapi akan tersenyum lantas mencium ku lagi. Setiap kali ini berlaku, aku akan cuba mengawal perasaan, agar tidak lebih terlanjur.

Pernah satu malam, ketika Alin telah lena, aku menyingkap kain Alin dan cuba mengusap kemaluan Alin. Apabila tersentuh kemaluannya, Alin tiba-tiba bagaikan tersentak. Aku mula panik tapi mujur Alin tidak terjaga dari lenanya. Aku batalkan saja niatku.

Hubung kami semakin rapat. Kami mula bercium mulut ke mulut lebih lama dari biasa. Apabila berduan, tangan kami suka meraba sesama sendiri. Tapi ketika itu aku tak pernah meraba buah dada atau pun kemaluan Alin. Aku cuma membelai halus tengkoknya, kakinya hingga ke pangkal peha, perutnya dan punggungnya. Begitu juga Alin, semua anggotaku telah dibelainya kecuali kemaluanku.

Selepas SPM aku keluar negeri. Rinduku kepada Alin tetap membara. Walaupun beberapa orang pelajar perempuan (termasuk seorang orang putih) cuba rapat dengan aku, aku tetap teringatkan Alin. Bagiku Alin lebih baik dari mereka. Tak siapa yang dapat menandingi keayuan Alin, budi bahasanya dan tingkah-lakunya. Kami sering berutus surat untuk menghilangkan rasa rindu.

Ketika aku pulang dari luar negeri (umur aku masa itu 24 tahun dan Alin berumur 16 tahun), Alin begitu seronok menyambut kepulangan aku. Kali terakhir kami bertemu adalah tiga tahun lalu ketika aku pulang bercuti.

Bila bertemu di rumahku, Alin seperti sudah tak sabar bergurau denganku. Mengeletik pinggangku, memelukku dari belakang dan sering kali tersenyum nakal sambil menjeling manja. Orang tua-tua (Atuk, Nenek, Ibu, Uncle Noor dan Untie Ha) cuma tergelak melihat telatah Alin. Meraka faham Alin manja denganku sejak kecil lagi.

Alin mula menarik muka masam bila mereka terpaksa pulang. Mukanya mula berseri apabila Uncle Noor mengundangku ke rumahnya dan aku berjanji akan ke rumah mereka hujung minggu ini.

Hujung minggu bersejarah itu pun tiba. Apabila malam tiba, aku mulanya bercadang tidur di bilik Iz (abang Alin) sahaja. Alin mula merengek mengajak aku tidur bersamanya. Aku keberatan kerana memandangkan Alin telah meningkat dewasa. Kerana tak tahan mendengar rengekan Alin, Uncle Noor menyuruh aku tidur saja di bilik Alin. Alin bagaikan mahu melonjak mendengarkan 'arahan' papanya kepada aku. Alin lantas menarik aku ke bilik tidurnya.

Di bilik tidurnya kami mulanya cuma berbual, cuba nak 'catch up' cerita-cerita ketika kami berpisah. Setelah hampir setengah jam berborak (waktu tu pukul 11:30pm), Uncle Noor datang menjenggah. Aku tahu Uncle Noor nak 'menyiasat' apa yang sedang kami lakukan. Memandangkan ketika itu aku sedang menunjukkan album aku semasa di luar negeri kepada Alin, Uncle Noor mengucapkan selamat malam sahaja kepada kami berdua. Tinggallah kami berduaan di malam yang semakin sepi.

Sambil Alin berceloteh manja, aku menatap wajah Alin. Alin sekarang bertambah ayu. Kulitnya yang putih kuning menyerlahkan keayuannya. Rambutnya yang ikal menambahkan kecomelannya. Badan makin 'solid'. Buah dada seakan membusung di balik T-shirt labuh Alin. Peha dan betis kelihatan gebu berisi. Yang jelas, Alin sudah dewasa. Sesekali aku menyelak rambut Alin yang menutupi separuh wajahnya ke celah telinganya. Alin akan tersenyum manja.

Alin bangun mengunci pintu biliknya lalu memasang radio. Alin menutup suiz lampu utama biliknya dan membuka lampu tidur yang samar-samar menerangi biliknya sebelum kembali ke katil. Dengan senyuman nakal Alin duduk di belakang aku yang sedang meniarap dia atas katil dengan gurauan berkata nak buka pakaianku. Kami mula tertawa-tawa bergurau.

Aku membalas dengan menyatakan yang aku juga nak buka pakaiannya. Kami mula 'bergumpal'. Alin cuma bejaya melondehkan kain pelekatku. Tapi aku dengan kekuatan yang ada dapat menekan Alin di bawahku dan menanggalkan T-shirt labuh Alin. Sambil melemparkan T-shirt itu jauh-jauh, Aku bersorak kemenangan sambil duduk di atas peha Alin dan menekan kedua tangan Alin di katil.

Alin yang terbaring tidak dapat bergerak dengan himpitan aku. Kami tertawa kepenatan. Apabila tawaan kami mula reda, kami saling merenung mata dan keadaan menjadi sunyi. Yang kedengaran cumalah lagu di radio.

Alin kini hanya memakai coli dan panty. Darah aku mula bergelora melihat tubuh Alin yang amat memberahikan. Buah dadanya yang telah sempurna bentuknya, pinggangnya yang ramping, bahagian kemaluannya yang tembam di sebalik pantynya dan bibirnya yang merah. Aku ketika itu masih berbaju dan berseluar dalam.

Aku dengan perlahan melepaskan tangan Alin lalu merapatkan bibirku ke bibirnya. Alin membalas ciumanku dengan penuh bernafsu. Tangan Alin yang tadinya merengkul leherku mula cuba membuka bajuku. Aku biarkan sahaja sambil bergolek ke sisi Alin. Alin beralih duduk diatasku pula.

Aku kini cuma berseluar dalam. Dapat aku rasakan Alin cuba mengesek kemaluannya ke atas kemaluaku yang sudah mengeras. Alin merenung mataku. Mata Alin bertambah kuyu. Kami berciuman lagi. Kali ini agak lebih aggresif.

Tanganku mula membelai peha Alin yang halus hingga ke bahagian punggungnya. Aku memasukan tanganku ke dalam pantynya sambil meramas punggung Alin. Sesekali Alin melepaskan ciuman kami seketika untuk mengerang keenakan.

Alin bangun melutut. Tanganku yang tersangkut di dalam pantynya menyebabkan pantynya terlondeh sedikit. Sambil memegang tanganku Alin melurutkan pantynya. Alin kini berbaring di sebelahku. A

ku melurutkan pantynya hingga ke hujung kaki. Dapat ku lihat kemaluan Alin yang tembam dan bersih. Terdapat beberapa bulu halus di bahagian atas. Alin masih merapatkan kakinya. Aku baring di sisi Alin. Kami berpelukan sambil berciuman.

Aku membuka cangkok coli Alin. Maka terserlah kedua buah dada Alin didepan mataku. Kini badan Alin tidak ditutupi dengan walau seurat benangpun. Aku pernah melihat Alin berbogel semasa dia masih kecil. Tapi kali ini aku memandang Alin dengan penuh rasa membara.

Alin meletakkan kedua tangan ke atas bahagian kepalanya sambil memegang hujung bantal. Alin seolah-olah mengoda aku dengan bentuk badannya. Dengan sengaja membidangkan dadanya sambil melentikkan sedikit badannya. Sebelah lututnya ditinggikan sedikit. Matanya menjeling manja.

Aku mula mencium dan menjilat Alin. Dari siku turun ke bahagian ketiaknya yang tidak berbulu. Alin megeliat menahan kegelian. Pelahan aku jilat buah dadanya sambil berputar sekeliling putingnya. Aura badan Alin amat mengasyikanku.

Alin seolah-olah tak tahan dengan 'teasing'ku cuba mengerakkan badannya agar lidahku terkena putingnya yang telah menegang. Bila putingnya terkena lidahku, Alin berdesus kelegaan dan keenakan. Aku mula menyoyot puting Alin perlahan-lahan. Sesekali aku mengigit kecil putting Alin menyebabkannya menjerit kecil.

Tanganku yang tadi mengusap-usap peha Alin kini sudah tiba di pangkalnya. Alin mula membuka pehanya. Aku menyentuh kemaluan Alin, terasa hangat. Alin sudah mula basah. Perlahan-lahan jariku mengikut alur kemaluan Alin dari bawah sehingga jariku tersentuh suatu daging kecil yang menjojol di bahagian atas kemaluan itu.

Alin mendesah seperti terkejut. Kepalanya terdongak ke atas. Mulut terngaga sedikit. Matanya terbeliak keatas menikmati suasana. Tangannya menggenggam erat hujung bantal menahan rasa enak yang tidak terkata.

Aku mula menggentil kelintit Alin. Keadaan Alin mula bertambah bernafsu. Jari kakinya kini dikejangkan menahan kenikmatan. Kepalanya mengeleng ke kiri dan ke kanan mengawal rasa.

Aku bangun menghentikan aktivitiku tadi. Alin seolah melepaskan nafas lega. Matanya redup memandangku. Dengan penuh harapan, Alin menanti langkah aku seterusnya.

Aku menguak lembut lutut Alin. Alin kini terbaring sambil kedua kakinya terbuka, terkangkang. Aku mengalih tempat. Aku duduk di antara kaki Alin. Kemaluan Alin jelas di depanku. Sudah ternampak bahagian dalam kemaluannya yang berwarna merah jambu. Nafasku makin berat menahan rasa.

Aku sambung semula kegiatan menjilatku. Bermula dari bahagian bawah lutut sehingga ke pangkal peha. Terasa peha Alin mengepit badanku, mungkin kegelian. Bau kemaluan Alin mula menusuk ke hidungku. Bau itu amat menaikkan berahi diriku. Aku mula menguncup dan menjilat kemaluan Alin. Desas dan desus Alin bertambah jelas. Tapi aku yakin tiada siapa yang akan mendengar rengekkan Alin di luar kerana ditenggelamkan oleh bunyi radio.

Jilatanku semakin ganas. Sesekali aku menjelirkan lidahku ke dalam bukaan kemaluan Alin. Sesekali aku menyedut kelintit Alin. Asin air mazi Alin tak kuhiraukan. Beberapa minit kemudian, jilatanku lebih banyak tertumpu pada kelintitnya.

Alin bagaikan cacing kepanasan. Jari-jemarinya sibuk meramas rambutku. Lama-kelaman Alin mula mengerakkan punggungnya mengikut rentak jilatanku. Nafas Alin bertambah berat. Alin telah terangsang dan badannya cuma mengikut gerak nalurinya.

Alin tiba-tiba menghentikan rentak punggungnya. Tangannya mengenggam erat kepalaku. Suaranya tertahan-tahan seolah-olah menahan dari menjerit. Kakinya mengepit bandanku dengan kuat. Serentak dengan itu badan Alin mula mengeletik, kakinya mengejang.

Aku masih perlahan-lahan mengentel kelentit Alin sambil memenekannya dengan lidahku. Aku tahu Alin sedang menikmati kemuncak nafsu syahwatnya. Aku biarkan Alin menghayati keenakkan itu.

Apabila Alin reda, aku mendonggakkan kepalaku memandang Alin. Wajah Alin seolah keletihan. Matanya layu. Alin perlahan-lahan menarik kepalaku keatas. Kami berciuman lembut. Nafas Alin masih termengah-mengah.

Bila ciuman itu terhenti Alin berbisik kepadaku bahawa itulah pertama kalinya dia tersama amat nikmat di seluruh tubuh badannya. Terasa ada elektrik yang menjalar di segenap sarafnya tambahnya lagi.

Dengan senyuman aku menerangkan begitulah rasanya apabila seorang perempuan mencapai puncak syawatnya. Tanya Alin lagi bolehkah lelaki menikmati rasa yang sama. Aku mengiakan pertanyaan itu sambil menambah, apabila air mani terpacar dari anggota kemaluan lelaki.

Dengan penuh rasa ingin tahu Alin bertanya bagaimana lelaki boleh memancarkan air mani. Aku menjawab dengan mengurut bahagian kemaluan atau menjalin hubungan kelamin, istilah orang putih, 'make love'.

Aku tersentak sedikit bila Alin menguatkan hujahku tadi, “seperti apa yang dilakukan oleh mama dan papa?”

Aku cuma mengganguk. Di dalam benakku mula terfikir mungkin Alin pernah ternampak mama dan papanya 'make love' kerana Alin sering juga tidur di bilik mereka.

Kami terdiam seketika. Aku terasa tangan Alin mula cuba melurutkan seluar dalamku. Aku bertambah tersentak bila Alin menyatakan, “Alin nak!”

Aku cuba mendapat kepastian dengan bertanya apa yang dia inginkan. Tanpa berselindung Alin menjawab, 'make love'. Aku mengingatkan Alin, sedarkah dia dengan permintaannya itu dan tahukan dia risikonya. Dia menjawab tegas yang dia sedar dan tahu apa yang dimintanya.

Aku menjadi serba salah. Dengan membisu, aku baring disisi Alin. Alin bangun sambil berkata, dia amat menyayangi aku dan dia tahu aku juga begitu. Mataku cuma berkelip-kelip memandang Alin. Tak tahu apa yang harus aku perkatakan. Dia mahu kepastian aku sama ada betulkah aku menyayangi dirinya. Aku mengangguk.

Seolah anggukan itu tanda persetujuan atas permintaannya tadi, Alin melurut seluar dalamku ke bawah. Kini kami berdua bertelanjang bulat. Mata Alin seolah terbeliak memandang kemaluanku. Dadanya kelihatan berombak kembali menandakan nafsunya mula naik. Alin memegang kemaluanku. Kemaluanku seolah berdenyut tersasa sentuhan telapak tangan Alin yang halus dan lembut.

Alin kini menjadi 'wanita' pertama menjamah kemaluanku dengan penuh rasa nafsu. Dengan ibu jarinya dia mengosok kepala kemaluanku yang kini basah dek air maziku. Aku mengejangkan badanku menahan rasa kenikmatan. Bak kata Alin tadi, terasa kejutan elektrik kecil menjalar ditubuhku. Aku hanya mampu memejam mataku sambil mengerang keenakan.

Alin melepaskan kemaluanku. Lantas Alin naik ke atas tubuhku. Terasa kehangatan kemaluannya di kemaluan aku. Kemaluannya mula membasahi kemaluanku. Alin mengerak-gerakkan kemaluannya seolah-olah megurut-urut kemaluanku. Aku cuma mengkakukan badanku sambil mengenggam erat cadar katil Alin. Memandangkan aku cuma mendiamkan diri, Alin mencium pipiku sambil berbisik, “Alin nak make love dengan Abang, please!”

Aku merenung mata Alin yang penuh harapan. Hatiku kalah dengan rayuan orang yang aku sayangi itu. Sambil meramas buah dada Alin, aku menyatakan, “I'm yours if that is what you want.”

Alin tersenyum girang dengan reaksi aku. Dia lantas mengucup bibirku. Kami berbalas ciuman.

Alin bangun meninggikan sikit punggungnya. Dengan sebelah tangan memegang kemaluanku, Alin menghalakan senjataku ke arah lubang mahkotanya. Aku mengingatkan Alin supaya perlahan sebab kemungkinan dia akan merasa sakit untuk pengalaman pertama ini.

Apabila kepala kemaluanku sudah berada di bibir kemaluannya dan hujung senjataku sudah mula mengetuk pintu lubuknya, Alin memaut bahuku. Aku mengusap dan membelai belakang Alin. Alin yang kini dadanya di atas dadaku mula bergerak perlahan ke bawah agar tubuh kami bersatu.

Terasa ada sesuatu yang menghalang kemaluanku dari terus masuk. Alin mengetip bibirnya seolah-olah menahan sakit. Aku cuma dapat membelai rambut dan badan Alin.

Dengan satu tarikan nafas dan wajah orang yang nekad, menghentakkan kemaluannya terus ke arah kemaluan aku. Terasa kemaluanku telah dapat membolos benteng dara Alin. Alin menjerit kecil sambil menghempaskan kepalanya ke dadaku. Alin diam sebentar dan badannya terasa menggigil sedikit. Aku terus membelai Alin dengan penuh kasih sayang sambil bertanya, “are you okay sayang?”.

Alin cuma membatu. Aku kaget seketika. Aku menyahut nama Alin. Alin kemudian bangun sambil tersenyum manja kepadaku. Kami serentak memandang ke arah kemaluan kami. Kemaluanku sudah tidak kelihatan. Yang nampak cuma bulu kemaluanku bertaut dengan bulu Alin yang masih halus. Alin tersenyum manja kerana kini badan kami telah BERSATU. Kami berpelukan sambil bercium.

Kemaluanku terasa digenggam lubang kemaluan Alin yang terasa amat ketat. Sesekali Alin mengemut kemaluannya menyebabkan aku mengeliat menahan keenakan yang teramat sangat. Alin tersenyum bangga kerana dapat menghadiahkan aku suatu kenikmatan. Alin membelai dadaku sambil bermain dengan puntingku.

Rasa sensasi di bahagian kemaluanku ditambah dengan rasa geli di pntingku menyebab desusanku makin kuat. Alin tersenyum nakal memainkan peranannya. Aku meramas-ramas buah dada Alin yang meranum.

Aku menggulingkan Alin. Kini aku pula menindih Alin. Aku lebih bebas dan Alin sekarang terpaksa akur dengan tingkahku. Kedua tapak tangan kami bertemu. Jari-jemari kami berselang-seli, bergenggam erat. Tubuh kami telah menjadi satu, kami kini menjalinkan hubung asmara.

Kami kekadang berkuncupan. Aku menjelirkan lidah kedalam mulutnya. Alin menyambut dengan mengulum lidahku. Kekadang Alin pula menghulurkan lidahnya untuk aku kulum. Aku telah mula menyorong dan menarik kemaluanku. Perjalanannya amat lancar disebabkan kemaluan Alin telah lama basah.

Alin mula mengikut rentak sorong-tarikku. Bila aku menolak, Alin akan menyuakan kemaluannya agar kemaluanku dapat masuk sedalam-dalamnya. Rentak irama di radio yang romantis menyebabkan kami tidak terburu-buru menjalin asmara ini. Kami mahu menikmati pemgalaman pertama ini. Menghayati bagaimana keduanya menglepaskan rasa kasih. Badan kami mula bertindak-balas. Aku dan Alin sudah tidak boleh berkata-kata, cuma kami berdesas dan berdesus melahirkan rasa keenakan.

Kami mula berguling lagi, Alin pula mengawal ayunan. Kali ini lebih laju sedikit. Alin sesekali mengigit dadaku menahan rasa kesedapan. Walaupun ini adalah pengaman kami yang pertama, kami seolah-olah telah biasa melakukan ini semua. Aku cuma mengikut gerak naluriku. Aku tahu Alin juga begitu. Keserasian antara kami menyebabkan kami begitu asyik melayan perasan sesama sendiri.

Kami bertukar posisi lagi. Aku pula menghayunkan dayungan. Dayungan kini bertambah laju. Sesekali aku mengigit telinga Alin menandakan rasa geramku. Kemutan kemaluan Alin sesakali terasa kuat sambil badannya mengigil kecil. Alin mungkin merasakan kemuncak syawat kecilnya.

Setelah beberapa ketika kami beguling lagi. Alin akan cuba mendayung pula. Sama seperti tadi ayunan kali ini lebih pantas dari sebelumnya. Tubuh kami telah mula berpeluh. Namun kami tidak pedulikan semua itu. Aku terus menjilat tubuh Alin yang terasa masin dan sesekali dapat menghisap punting Alin. Begitu juga Alin.

Kini tiba masa aku mendayung. Tapi kali ini ayunan lebih kepada hentakan. Aku menghentakkan senjataku sedalam-dalamnya ke lubuk sulit Alin. Alin akan menanti sambil menyuakan lubang nikmatnya.

Alin sudah mula tidak dapat mengawal rasa. Tangan memgenggam erat tanganku. Matanya tertutup rapat. Alin mengetip bibir sambil mengeluarkan erangan yang tersekat-sekat. Kakinya merengkul kuat pinggangku. Kepalanya mengeling-geling dan wajahnya seperti orang menahan rasa keenakkan.

Alin sampai kemuncak syahwatnya. Badannya menggeletik sambil menggelupur. Aku junamkan sentataku sedalam mungkin dan membiarkan ia di situ. Erangan Alin cukup memberahikan bila aku mendengarnya. Kemutan lubang cintanya terasa amat ketat.

Bila rengkulan kaki Alin mula longgar, aku menerusan rejahan aku. Aku tahu beberapa detik lagi aku akan dapat rasakan apa yang Alin rasakan. Seluruh saraf mula terasa sensasinya. Apabila sensasinya tertumpu pada kemaluanku. Aku mencabut kemaluanku dan melepaskan air maniku diperut Alin. Aku terdampar di atas Alin.

Alin megusap lembut rambutku. Sesekali terasa meremang bulu tengkukku bila Alin mengusap lembut tengkukku. Terasa kejutan elektrik mengalir di tulang belakangku bila Alin membelai belakang dan punggungku.

Alin membisikan rasa terima kasihnya padaku. Aku membalas, “it's my pleasure.”

Lantas aku mengucapkan cintaku padanya. Dia membalas ringkas, '”love you too.”

Aku beguling ke sisi Alin. Sambil berpelukan kami merenung mata. Terdengengar radio mengumumkan jam sudah pukul satu pagi. Dalam kehening malam berasama kesyahduan lagu di radio, aku nampak mata Alin mula berair.

Aku bertanya kepada Alin adakan dia menyesal dengan apa yang telah berlaku. Alin menjawab, “No regret.”

“Alin gembira yang Alin dapat mencurahkan kasih Alin pada Abang sebagai seorang kekasih. Alin telah lama memendam perasaan dan Alin tahu Abang juga begitu. Abang menyesal ke?'”

Sambil mengesat airmata Alin dan tersenyum aku menjawab, “No regret!.”

Alin tersenyum menambah seri diwajahnya. Aku bangun mengambil kainku dan mengelap air maniku di tubuh Alin. Ternampak air maniku berwarna kemerahan sedikit. Aku tahu itu darah dari selaput dara Alin. Aku membersihkan kemaluan Alin dan juga kemaluan aku untuk mengelakkan rasa tidak selesa. Aku kemudian menarik selimut dan kami tidur dalam keadaan bogel sambil berpelukan.

Setelah beberapa jam tidur, aku terjaga apabila terasa Alin sedang memainkan lidahnya di puntingku sambil tangannya mengurut kemaluanku. Sekali lagi kami menjalinkan hubungan kasih sayang. Kali ini lebih aggresif dengan penuh perasaan. Kami menyambungnya lagi sekali lagi di dalam bilik mandi Alin. Kami bangun awal pagi itu untuk menguruskan bilik tidur dan mengelakkan rasa wasangka Uncle Noor dan Autie Ha.

Setelah Alin tamat persekolahan, hubungan kami bertambah intim. Aku mula berani meminta Uncle Noor kebenaran membawa Alin keluar 'dating' (bersiar atau menonton wayang).

Kini Alin menuntut di salah sebuah pengajian tinggi tempatan. Hubungan kami lebih ketara seperti orang bercinta. Keluarga kami sedar dengan berkembangan itu. Mereka tidak pernah menghalang. Ibuku pernah menduga aku didepan Alin, Uncle Noor dan Untie Ha. Tanya ibu bila aku nak naik pelamin memandangkan umurku dah hampir lewat duapuluhan. Aku cuma menjawab sinis, “habis tu kawannya belum sedia dan masih belajar.”

Alin tertunduk malu. Uncle Noor dan Untie Ha tersenyum aje.

Power Punya !

$
0
0

Koleksi cerita lucah, kisah lucah, kisah sex, baca lucah, majalah lucah melayu terbaek

Pertengkaran tadi benar benar membuatkan aku bosan dan tension. Untuk release tension aku menghabiskan masa di sebuah disko berdekatan.Walaupun dalam disko tersebut bercelaru dengan bunyi yang tah aper aper tah. Namun aku dapat gak release tension aku nie……Sedang aku dok mengelamun tiba tiba aku rasa seperti ader yang mencuit bahu aku…….Aku berpaling……woyooooooo amoi sih!!!!! Mata aku tertumpu pada keindahan pangkal kedua buah dada amoi……..Aku leka sekejap…..Eh! kawan ader orang duduk di sini tak???? Tanya amoi itu pada aku. Ah!!! oooooo takder takder jawap ku.kekeke dalam hati aku ketawa sendiri.Fuh! punyalah putih dan montok buah dada amoi nie geram aku sih!!!!

Amoi tu datang ngan member dia tapi member dia ader pakwe sedangkan amoi nie sorang jer. Amoi tu senyum jer tengok aku. Aku pun senyumlah balik.Muzik bergema dengan kuatnya dan aku pun bertanya amoi tu. Amoi u dari mana???? Dari Singapore….. OOOOO aku kata.Mana boyfriend u??? Tanya ku lagi…Dia tak dapat datanglah….i boring tengok dia…Aku hulurkan tangan i Bard u???? I Lulu and this my friend Lucy. Aku bersalaman……Waktu Lulu tunduk mencapai minuman sempat gak mata ku menjeling kearah buah dadanya…Emmmmm geram betul aku.

Malas nak berbual aku sambung balik mengelamun tadi…..Tiba tiba amoi tu mencuit bahu ku Jom dance…….Jommmmmmmmmm aku kata.Aku aper lagi tunjukkan segala skil yang aku ader..Amoi ketawa dan terus dance.Sambil dance mata aku terus tertumpu pada kedua buah dada amoi tu yang bergerak gerak mengikut rentak muzik.Fuh! aku menelan air liur……….Sabar kata hati ku…. dari music rancak kini menjadi slow…… Kini giliran aku pula mempelawa amoi .Amoi malu tapi setuju. Apa lagi aku memeluk pinggang amoi lembut.Amoi membalas…..

Aku membisik ke telinga amoi u datang sini ader aper….Saja…but today is my birthday. Oooooo aku kata happy birthday.Aku eratkan lagi pelukkanku hinggakan dadaku dapat merasai kepejalan daging amoi tu. Emmmmmmmm empok aku kata.Tangan aku mula mempermainkan peranan tanganku mula mengosok gosok di belakang badan amoi. Amoi yang berpakaian simple tapi membuatkan batangku mengangguk anggukkan kepala. Amoi melentukkan kepala ke bahu aku. Peh! ader can nie aku kata. Aku mula memberi ciuman di telinga. Amoi diam jer tak membantah. Membuatkan aku lebih berani.
Kini tangan ku mula mencari dua gunung yang berdiri megah di dada amoi.Aku mula meramas lembut…….Amoi diam tidak mem- bantah.Tanganku mula masuk ke dalam baju amoi….walaupun agak sempit namun aku mudah mem masukkan tangan dengan pertolongan amoi.Kini hanya sehelai kain nipis agak keras yang menhalang tanganku dari terus menjamah kehalusan kulit buah dada amoi.Namun aku berpuas hati bab dapat gak merasa buah dadanya yang mula mengeras….Aku meramas ramas lembut hinggakan amoi meng geluarkan bunyi keenakan……ahhhhhh……………

Tangan aku sebelah lagi mula menarik punggung amoi agar rapat mengena batangku yang dah lama tegang.Geselan berlaku antara batangku dengan cikbab amoi…Walau pun amoi memakai skrit pendek dari jeans namun aku dapat merasa tembam cipab amoi.Lepas sebelah sebelah buah dada amoi tu aku ramas……..Sedang syok aku melayani kepejalan buah dada amoi tiba tiba terang .Kelam kabut aku menarik tangan ku keluar…..aku dan amoi ketawa…..dan amoi menarik aku duduk.
Aku tengok Lucy dah mabuk….Aku tanya amoi….U naik aper datang sini. Dia kata naik kereta Lucy. So macam mana nie sekarang. Aku kata takper aku tolong hantar u ke hotel kay. Amoi setuju dan senyum kepada aku. Aku dan amoi memapah Lucy ke kereta.

Fuh! Honda beb! Aku menyuruh lulu ambil beg tangan di dalam dan aku bereskan si Lucy nie…..Sewaktu aku letak kan Lucy ke tempat duduk belakang kain gaun yang dipakainya tersingkap hinggakan nampak jelas cipapnya.Fuh! boleh tahan tembam. Aku jeling tiada orang…. Apalagi aku ramas kejap cipap yang tembam tuh. Emmmmmmmm geram aku. Buah dada si Lucy lebih besar dari lulu…Emmmmmmm aku tak ketinggalan meramas buah dada Lucy sekali.Tak puas aku singkap baju Lucy dan coli sekali.. Fuh! buah dada yang agak besar tuh membuatkan batangku naik semula. Aku lepaskan geram aku jilat sekejap dan meramas sepuas puasnya. Bila aku tengok Lulu datang aku betulkan semula cam biasa.

Berderum laju aku menuju ke hotel……..Di hotel aku menyuruh lulu booking room dan aku memapah Lucy naik.Bila sudah selesai aku meminta diri pada lulu tapi sebelum tu aku nak tumpang mandi bab baju dan badan aku berbau arak. Lulu setuju lantas menyuruh aku mandi dulu nanti dia hantar tuala….Aku apa lagi mandilah……sedang aku syok mandi tiba tiba aku dipeluk dari belakang. Aku menoleh Lulu??????? Lulu kata Boleh i join u mandi…….Aku kata suka hati u lah… Dengan perlahan dan satu satu baju yang dipakai nya jatuh ke lantai…..

Kini Lulu tidak ada seurat benang pun berada di badannya.Fuh! kini mataku memandang puas puas badan yang montok di depan mata. Aku senyum Lulu pun senyum dan terus memeluk badanku. Air pancut yang agak panas menyirami kedua badan….Aku mengucup bibir lulu, lulu membalas kucupan dan tangan aku mula merayap mencari dua gunung yang tegak berdiri. Aku meramas lembut kedua buah dada lulu. Lulu memeluk memaut tengkuk aku agar jangan dilepaskan. Batangku mula berdiri perlahan lahan hinggakan menyentuh cipap lulu. Lulu merintih keenakkan Ahhhhhhhhh iksssssssss……… Kini dari bibir mulutku turun perlahan ke leher dan berhenti di dua gunung yang tegang. Puting lulu yang kemerahan dan tegang aku jilat. Mengeliat Lulu bila dijilat sedemikian. Tanganku mula mencari tempat baru, merayap rayap di celah celah kelengkang…….Sebelah tanganku meramas pangkal buah dada lulu dan lidahku terus menjilat jilat puting buah dada yang terus tegang dan mengeras. Ahhhhhhhh i like it………….pls do again……… rintih lulu ke telinga aku.Aku capai tangan lulu agar memegang batangku.Wow! big……sambil tersenyum…….Aku senyumm.

Aku membaringkan lulu di tub mandi dan mengangkangkan kedua kakinya. Peh! tembam betul cipap lulu hinggakan ternaik biji yang tak bersunat panjang……Aku membenamkan jari aku ke dalam cipap lulu…..Ahhhhhhhhh iksssssssssssssssssssss rintih lulu. Aku geram dengan keadaan ini. Aku jilat cipap lulu hinggakan ternaik naik punggung dia ke atas. Sedangkan jari aku tarik masuk tarik kedalam cipap lulu.Sampai satu ketika lulu mengejang keras… Ahhhhhhhh…………… iks……………. Makin banyak air yang keluar dari cipap lulu.

Tahulah aku yang lulu dah game over (klimax) Aku hulurkan batamgku ke mulut lulu. Lulu mengulum batangku macam mengulum ais krim….. Dia mainkan lidahnya ke kolam yang mula mengeluarkan cecair…….Agak gelojoh lulu menghisap batangku hinggakan aku bagai tak jejak kaki di lantai…….Tiba tiba aku lak merasa nak keluar air mani. Lulu perasan perubahan aku. Lantas dia menyedut sekuat kuat hati….. Aku tak tertahan lagi critttttt critttt terpancut air mani aku ke dalam mulut lulu. Lulu menelan airku dan memainkan lidahnya di kepala batangku. Terenjut enjut kakiku menahan nikmat……Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh aku mengeluh. Lantas aku dan lulu mandi dan tertidur di atas katil tanpa memakai satu baju pun..

Sedang aku enak tidur dibuai mimpi…..Tiba tiba aku aku rasakan satu kenikmatan yang sukar di gambarkan…. Aku mencuba menghayati keenakkan agar aku tau aku ini bermimpi atau tidak.Ternyata aku tidak bermimipi ini adalah kenyataan…..Bila aku membuka mata ternyata yang Lulu sedang giat menguli uli batangku yang kecil dan terlentuk lentuk tak bernyawa……Lulu tersenyum bila aku mencelikkan mata….dan ternyata batangku pun mula berubah keadaan dari segi besar dan panjang…..Perubahan ini menyebabkan Lulu bersemangat lantas tanpa membuang masa Lulu memasukkan batangku ke dalam mulutnya….. apa lagi makin terangsanglah aku.

Jilatan yang dilakukan oleh Lulu membuatkan aku ternaik naik punggung aku menahan serangan Lulu. Namun aku cuba bertahan agar Lulu benar benar puas menghisap batangku….Lulu tak tertahan lagi lantas menarik tanganku ke buah dadanya minta diramas…….Aku pun mula memainkan peranan meramas lembut sambil jariku bermain di puting warna kemerahan…..Lulu mengeliat sambil menggigit embut batangku….. kini aku faham yang Lulu dah tak tertahan lagi……Lulu melepaskan batangku dan mengangkangkan kakinya hinggakan menampakkan rekahan kolam yang basah….. Aku senyum melihat Lulu bagai cacing yang kepanasan……Namun aku tidak benamkan batangku terus kerana aku belum lagi puas menatap keindahan cipap Lulu………
Aku labuhkan dahulu jari manisku ke sebiji mutiara yang agak panjang… Jari ku terus memainkan di biji itu…..Satu tindak balas dari empunya biji………….ahhhhhhhhhhhh pls…….fuck me……… aku tak peduli renggekan Lulu aku terus memainkan biji nya….. air yang terbit dari kolam yang ternganga nyata bertambah banyak mengalir…….Aku tahu yang Lulu dah tak tertahan lagi namun aku masih belum puas lagi dengan keadaan sedemikian. Aku mula mencium mulut Lulu dan turun sedikit demi sedikit ke leher turun ke buah dada Lulu habis segala yang ada di dada Lulu habis aku jilat hinggakan Lulu mengeliat dan mengeleng gelengkan kepala tanda agar jangan dilakukan lagi. Puas aku menyonyot puting dan menjilat segala yang ada di dada Lulu kini beralih turun perlahan lahan hinggakan bersua gua yang minta di masukkan sesuatu yang memuaskan yang empunya badan…..Di situ mulutku terhenti seketika…..Lulu menarik narik rambut agar jangan diteruskan jilatan demi jilatan di badannya….

Namun aku tak hiraukan itu semua…Sedang Lulu menarik nafas lega kerana jilatan terhenti….Tiba tiba bagaikan terkena kejutan elektrik lulu mengeliat bila lidah ku mula meneroka apa yang berada di dalam gua kepunyaan Lulu. Manakala jariku memainkan di mutiara yang berdiri megah kekerasan dan sebelah jariku meramas ramas lembut buah dada Lulu serentak…Dengan itu juga Lulu mengerang keras……dan mengepit kepalaku di celah celah kelengkang dan Ahhhhhhhhhh aikssssssssssssss uhhhhhhhhhhhhhhhhh…….klimax yang ditahan oleh Lulu terpancut ke muka aku…Lulu mengeliat panjang dan melepaskan kepala aku…..Aku terus tidak mahu klimaxs Lulu berakhir aku halakan batangku yang dari tadi menegak minta disarungkan ke dalam gua……Ahhhhhhhhhh……yes……Lulu merengek bila batang ku mula terbenam……sedikit demi sedikit…..Lulu mengemut gemutkan cipapnya….tanda menerima kehadiran batangku dengan satu geliat yang agak kasar dan mengeleng gelengkan kepala menahan keenakkan sebenar……Aku macam nak terpancut bila menerima reaksi sedemikian rupa. Namun aku masih boleh menahan……

Bila Lulu agak reda aku mula menarik sorong keluar masuk batang ku ke dalam cipap Lulu yang tidak senang lagi Dengan kemutan Lulu dan kebesaran batangku bila aku menarik keluar batangku bagaikan semua kandungan dalam cipap Lulu bagai mahu terkeluar mengikuti batangku. Lulu makin tak tertahan bila aku mula menghayun laju…..Yes…….ahhhhhhh yes…….i like it…. Keluhan demi keluhan Lulu menahan keenakan yang dirasai…….Puas aku dengan keadaan sedemikian aku mula menonggengkan Lulu…..Kini aku mula dengan cara doggie….Aku pahatkan betul-betul batangku yang bersinar sinar akibat air yang terbit dari cipap Lulu….
Bila dah tersedia semuanya, aku mula benamkan batangku…ahhhhhhhhhhh……..Lulu merengek…..Fuh! sempit sekali aku rasakan ….Lulu geleng gelengkan kepala menanti bila batangku habis terbenam…..Bila habis terbenam aku menarik laju batangku dan benamkan semula dengan perlahan lahan yang bole…Lulu tak tertahan bila aku lakukan sedemikian bila kali ketiga aku benamkan batangku Lulu meraung…..Ahhhhhhhhh shaz…..i coming…..aikssss…….Lulu kejang dan mengemut sekuat kuat hatinya aku dapat rasakan betapa batang ku bagai dicengkam kuat. Dan Lulu terbaring tertiarap keletihan sedangkan aku belum lagi keluar…..

Aku capai sebuah bantal dan letakkan di bawah cipap Lulu agar punggung Lulu ternaik ke atas…… Dengan kaki yang tercantum rapat aku mula menghayunkan semula batang ku…..Dengan bantuan cecair yang makin banyak keluar dari cipap Lulu makin mudah aku tarik masuk keluar batangku…….Aku mula hayun laju dan laju lagi hinggakan Lulu meraung raung keenakan ahhhhh pls….. stop…….aiks……uhhhh…….namun aku terus melajukan lagi henjutan batangku……..Hinggakan aku hampir nak terkeluar……Aku benamkan batangku sedalam dalam yang boleh dan Ahhhhh…………aku meraung macam ayam jantan….dan Lulu uhhhhhhhhhhhhhh yesssssssss………kejang………sama sama kejang dan aku rebah di atas badan Lulu yang telah lemah longlai tak bergerak cuma hanya kedengaran laju nafas aku dan Lulu…. Akhirnya aku tertidur bersama Lulu dengan batang ku terendam di dalam cipap Lulu……..Aku puas begitu jua Lulu……..Itulah hadiah hari jadi Lulu di Malaysia……..

Dalam lebih kurang 3 jam aku tertidur aku terbangun dan terus ke bilik air untuk mandi…..tapi aku terperanjat bilaaaaaa………… aku sampai jer di dalam bilik air aku terperanjat ………..kerana di dalam bilik air lucy sedang mandi sambil mengosok gosok buah dadanya yang tegang dan besar…..Aku lihat mata lucy amat kuyu dan dahagakan sesuatu. Aku terperanjat dan dengan cepat menutup batangku dengan baju aku…..Lucy senyum dan menghulurkan tangan padaku sambil berkata “i pun mahu macam Lulu……” aku tergamam “i sudah tengok semua sekali apa yg U buat tadi.”
Aku tak hampakan lucy…. aku menyambut tangan lucy…lucy senyum…….aku membalas senyum….Bila aku merapatkan badanku kepada lucy terus membasahkan batangku yang kecil tu dengan air dan terus memainkan tangannya yang penuh dengan buih sabun. Sungguh pandai gerakan awal lucy nie kata dalam hati aku…Bila batangku mula diusap oleh tangan lucy bersama buih sabun maka mulalah batangku mula menunjukkan rupa sebenar…..Lucy gembira bila perubahan batangku lantas ia membersihkan buih sabun dan terus mengulum batangku hingga berdenyut denyut bunyi batangku dihisap…Aku bagai tak jejak kaki ke lantai bila lidah lucy bermain di lubang kecil batangku.
Maka hisapan demi jilatan dilakukan oleh lucy membuatkan batang ku mula mengeras dan keras lagi…..Aku dah tak tertahan lagi…aku kini tidak mahu membuang masa lagi……Aku menarik batangku dari mulut lucy dan membaringkan badan lucy ke tub mandi. Lantas menguakkan kaki lucy luas luas….. Wow jeritku didalam hati…… rupanya lucy mempunyai bentuk cipap yang lebih cantik jika dibandingkan dengan lulu……Dengan bulu nipis sejemput di atas cipapnya yang tembam membuatkan aku lebih geram lagi…… Lantas aku mula mencuit cuit biji yang panjang sama dengan lulu….Lucy megerang keenakkan campur kegelian…….lantas aku mainkan jariku terus ke biji lucy dan menggentel gentel biji….sedangkan mulut aku terus ke buah dada yang besar.
Aku benamkan mukaku ketengah tengah gunung yang besar dan pejal…..Lucy merenggek renggek keenakkan….ahhhhhhhh….uhhhh lidah ku mula memainkan peranan…..badan lucy bertambah gigil bila putingnya dijilat oleh lidahku….ahhhhhh aiksssssssss pls do again plssssssssssss aiksssssss……..
Lidahku terus menguasai segala yang ada di dada lucy….lucy benar benar keenakan…..aku dapat rasakan yang cipap lucy bertambah basah setelah dijilat dan digentel……Aku amat geram dengan keadaan cipap lucy…lantas aku mula menjilat perlahan turun sedikit demi sedikit hinggakan sampai di depan gua yang cantik tapi amat basah sekali……..
Aku menguakkan kedua kaki lucy…lucy menurut malah dibesarkan laki kakinya bila lidahku menjilat keliling cikbabnya… Ahhhhhhhhhh aikssssssssss fuck me pls……..’ Aku mulakan meneroka gua lucy dengan lidah ke dlm gua yang comel…Ahhhhhhhh…….lucy mengerang keenakan aku mainkan lidah ku di mutiara yang menegang seolah olah mahu keluar dari tempat sembunyinya.sudah puas menjilat air kini makin banyak keluar dari cipap lucy.

Aku mula menghalakan batangku ke cipap lucy…..Kini aku ingin merasa bagaimana enaknya cipap lucy…… Bila semuanya dah reda aku mula benamkan batang ku perlahan lahan tapi keenakan dan kesempitanku dilarang lucy….auwwww lucy menjerit bila kepala batangku mula masuk ke dalam cipapnya…dia menolak nolak badanku agar berhenti…..Ooooooo rupanya lucy nie masih dara rupanya bentak hatiku….Aku tahu apa yang hendak aku buat…..Aku berhenti buat seketika batang ku masuk tapi aku mula mengulum lidah lucy dan kedua belah tangan ku mula mencari buah dada lucy terus meramas ramas lembut manakala jariku memainkan puting….kini ingatan sakit yang dideritai oleh lucy hilang bila aku lakukan sedemikian rupa dan ini membuatkan aku mengambil kesempatan untuk memasukkan batangku seterusnya.

Kini batang ku mula terbenam…hinggakan aku terpaksa lepaskan satu henjutan kerana agar sukar untuk terus masuk…..auw….pls stop……..jerit lucy bila batangku mengoyakkan selaput nipis dara lucy…..sebelum lucy menolak badan ku aku teruskan henjutan hinggakan batangku habis terbenam…..dan satu tolakkan kuat singgah di badanku…. hinggakan aku tertolak ke belakang. Lucy menahan kesakitan dan kepedihan yang amat sangat……aku lihat di cipap lucy ada lelehan darah bercampur air mani keluar di cipapnya……aku senyum lucy senyum sambil menahan kepedihan …… aku merapatkan badanku kepada lucy dan menarik tangan lucy ke batangku…….lucy faham ……lantas lucy genggam erat batangku keras…… so long and big….. kata lucy pada ku….aku senyum jer…lantas aku menyuakan batangku ke mulut lucy.
Lucy membenamkan batangku ke mulutnya dan membuat satu hisapan dan jilatan yang mengghairahkan aku……aku mula meramas buah dada lucy dan menjilat jilat puting lucy…… lucy seolah olah lupa kesakitan yang baru dirasai……dari buah dada tanganku mula mencapai cipap lucy yang masih basah dan kini jari ku terus mengentel lembut biji kelentit yang tersembul keluar. Lucy mula mengerang semula tanda lucy terangsang kembali…..kini lidah ku pula mengambil alih jariku di biji kelentit lucy…bertambah banyak air mengalir dari cipap lucy…….aku dah tak tahan lagi……aku masukkan lidahku yang lembut ke dalam gua lucy… ternaik naik punggung lucy bila lidahku masuk ke dalam gua…..aku mainkan lidahku begitu untuk beberapa ketika….lantas lucy menolak aku baring ke dalam tub mandi dan lucy memegang batangku yang keras lagi tegang dan menyuakan ke cipapnya…….

Dengan bantuan air yang keluar dari cipap lucy batangku mula tenggelam sedikit demi sedikit hingga habis batangku masuk ke dalam cipap lucy….Ahhhhhhh aku merasa betapa sempit dan enak cipap lucy…..lucy mula mengangkat punggungnya atas ke bawah……….lucy mengerang keenakan bila aku menunjang batangku ke atas agak kuat…Ahhhhh ahhhhh ahhhhhhhh……..Aku tak puas aku menonggengkan badan lucy dan memasukkan kembali batangku…ahhhhhhhhhhhh sempit sungguh aku rasakan dan lucy pula….ahhhhhhhhh kejang seluruh badan lucy dan rebah…….Aku biarkan lucy merasa kenikmatan klimaxnya seketika…..

Bila lucy mula sudah mendapat nafas aku membongkokkan lucy dan memasukkan batangku dan menghayun batangku selaju lajunya…..hayunan semakin laju dan aku sudah hampir ke penghujungnya……..hentakkan demi hentakkan batangku ke dalam cipap lucy semakin ganas….lucy terus mengelengkan kepala dan mengerang keenakkan kerana tak pernah merasa keenakkan sedemikian rupa….ahhhhhhh….aiksssssss pls do again……fuck me harder…..harder…ahhhhh dan akhirnya tusukan akhir batangku ke dalam cipap lucy berakhir dengan pancutan air mani aku dan lucy klimax kali keduanya……..ahhhhhhhhhhhhhhhh aiksssssssss aku rebah bersama sama lucy ke dalam tub mandi………
Bila dah reda aku bangun dan terus mandi membersihkan badan….dan meninggalkan lucy sendirian di tub mandi…. Sesudah mengenakan seluar dalam aku rebah di sebelah Lulu yang masih lena………….Aku sedar bila Lulu bangunkan aku…….Aku bangun dan dapati Lulu tidak berpakaian semalam tapi kini berbaju t’shirt nipis tak berbaju dalam….matahari terang menunjukkan hampir pukul 2.30 petang…..Lulu melemparkan t’shirt padaku dan berkata come on wake up time to go…….sambil senyum……aku bangun mandi dan bersiap untuk pakai seluar ku yang siap bergosok….Emmmmmmm kata hati ku…….sedang terkial-kial memakai baju tiba tiba aku dipeluk dari belakang….aku menoleh rupanya lucy….i like yours……..sambil memegang batangku yang letih…..dan kecil…..

Aku dikulum lidah dan ditinggalkan tercengang cengang. Aku membalas senyum lucy yang menjeling manja pada ku….Bila kau sudah siap kini giliran Lulu pula menerpa aku memeluk mengucup bibir aku dan membisik ketelinga aku…okay time to go…..and i like malay fuck…Aku meramas lembut buah dada Lulu yang comel tapi cukup membuat orang geram bila memandang.Sambil menbalas kuluman Lulu. I wait u in lobby…..
…Dan hari itu, aku pulang ke rumah dengan penuh kepuasan setelah menutuh 2 amoi dalam satu malam

www memekpepek com, gamba awek bogel, awek buka baju tunjuk kopek, cerita syok punya

Pancot Mulut Bedah

$
0
0

Video Lucah : Pancot Mulut Bedah - Koleksi Video Lucah, Video Seks, Melayu Sex, Adult Video, Video Melayu Lucah, Klip Lucah

Gambar Bogel Pancot Mulut Bedah   Melayu Boleh.Com

melayu lucah vedio, melayu sex tetek besar henjut dalam kereta, cerita sex gadis bertudung, www gambar sekoding budak sarawak, gambar wanita cipap basah, Cersex memek berhijab, fuck bedah, cersex memek wanita berhijab, cerita sex farah dan cikgu zul part 3, melayu terghairah, video lucah mulut, video sex bedah, bedah video sex

Nak Cepat

$
0
0

Video Lucah : Nak Cepat - Koleksi Video Lucah, Video Seks, Melayu Sex, Adult Video, Video Melayu Lucah, Klip Lucah

Gambar Bogel Nak Cepat   Melayu Boleh.Com

Awek melayu nak sex, nak sex, awak melayu nak sex, video sex melayu ayat power, video awek melayu nak seks, nak sex awek, nak cepat sex, minah kuat sex lucah, melayu boleh kuat, awek melayu nk sex, awek melayu comel kuat sex, Xxxvideoxxx bertudung 3gp
Viewing all 6253 articles
Browse latest View live